Tuntut Hak, Warga Desa Buleleng Tutup Akses Jalan PT BCPM

Sejumlah warga memblokade jalan houling menuju jetty PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo (BCPM), di Desa Laroenai Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.(Foto: Bambang)

PALU, Kabar Selebes – Sejumlah warga memblokade jalan houling menuju jetty PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo (BCPM), di Desa Laroenai Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Rustam, Koordinator Lapangan (Korlap) warga Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali kepada wartawan, Sabtu (15/10/2022) mengatakan, blokade jalan perusahaan itu disebabkan pihak perusahaan disinyalir meremehkan tuntutan warga Desa Buleleng.

Tuntutan warga tidak ditanggapi serius, bahkan surat Bupati Morowali untuk menghentikan aktifitas, tidak digubris.

Ia pun mengaku heran, siapa sebenarnya yang berada di belakang PT BCPM, sehingga terkesan arogan dan mengabaikan kepentingan penyelesaian konflik lahan tersebut.

BACA JUGA :  Penanganan Covid-19, Polres Morowali Razia Apotek, Pasar dan Swalayan

Menurut Rustam, keinginan warga adalah bagaimana mencari solusi untuk menyelesaikan konflik lahan yang terjadi antara warga Desa Buleleng dengan pihak perusahaan, yang juga senada dengan keinginan Pemerintah Daerah setempat, yang tertuang dalam surat Bupati Morowali kepada pihak PT BCPM.

Pemalangan tersebut dilakukan warga untuk mendesak percepatan penyelesaian konflik lahan yang terjadi.

Di poin ketiga dalam surat Bupati Morowali kata Rustam, tertulis dengan jelas konsekuensi ketidakpatuhan PT BCPM, dengan melakukan pengajuan evaluasi terhadap status Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT BCPM, melalui instansi terkait sesuai Undang-Undang yang berlaku.

BACA JUGA :  Terdampak Kenaikan BBM, Polsek Bungku Selatan Salurkan Bantuan untuk Warga Bungku Pesisir

Massa aksi juga menuntut kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, untuk mengambil langkah tegas dengan melakukan pengajuan evaluasi terhadap status IUP-OP PT BCPM, agar pemerintah tidak dipandang sebelah mata oleh pihak perusahaan.

Saat aksi pemalangan dilakukan, Eksternal Supervisior PT BCPM yang coba ditemui untuk dikonfirmasi, menurut keterangan salah seorang karyawan, tidak berada di tempat.

Sementara, Camat Bungku Pesisir, Sudarmin yang juga dikonfirmasi via pesan Whats App terkait aksi unjuk rasa, tidak memberikan jawaban karen masih berada di luar kota.

Hingga hari ini Minggu (16/10/2022), sejumlah warga masih menempati tenda di lokasi pemalangan jalan masuk perusahaan, sembari menunggu penyelesaian hak sesuai tuntunan massa aksi.(bam)

BACA JUGA :  Sungai-Sungai di Morowali Meluap karena Musim Penghujan

Laporan : Bambang

Silakan komentar Anda Disini….