Bupati Verna Inkiriwang Targetkan Poso Bebas dari Status Travel Advisory 2023

Bupati Poso dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang menyantap inuyu (nasi bambu) di arena Festival Danau Poso (FDP) di Kecamatan Pamona Pusalemba, Kota Tentena, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (21-10-2022). (Foto: ANTARA/Muhammad Izfaldi)

POSO, Kabar Selebes – Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang menargetkan daerah yang dipimpinnya bebas dari status travel advisory atau peringatan perjalanan dari beberapa negara pada 2023.

“Penyelenggaraan Festival Danau Poso (FDP) ini menjadi momentum bagi kami untuk mengembalikan citra Poso yang aman dan damai sehingga bebas dari peringatan perjalanan dari beberapa negara,” kata Bupati Poso Verna di arena FDP Kecamatan Pamona Pusalemba, Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/10/2022) seperti dilansir Antara.

Bupati  Verna menyatakan bahwa komitmen penyelenggaraan FDP tidak hanya bertujuan memperkenalkan sebagai The Land of a Thousand Megaliths (Negeri Seribu Megalit) yang memiliki danau purba terbesar ketiga di Indonesia.

BACA JUGA :  Intensifkan Pengejaran Teroris di Poso, Tim Kejar Satgas Madago Raya Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Lebih dari itu, kata Verna, FDP untuk memulihkan kembali citra Kabupaten Poso yang pernah terkoyak akibat konflik kemanusiaan dalam rentang waktu yang panjang.

Verna mengatakan bahwa situasi Kabupaten Poso yang telah aman dan damai jauh lebih penting karena hal tersebut menjadi parameter utama bagi siapa saja yang masuk dan menetap di Bumi Sintuwu Maroso, baik berkepentingan sebagai wisatawan maupun yang lainnya.

BACA JUGA :  Jalani Operasi, Anggota Polisi yang Ditembak di Poso Kondisinya Sudah Membaik

“Kalau situasinya aman dari berbagai stigma semacam itu, secara otomatis siapa saja mau datang ke Poso tanpa ada rasa khawatir lagi, baik itu wisatawan maupun masyarakat yang lainnya,” ucapnya.

Meskipun begitu, diakuinya hal itu tidak dapat dilakukan oleh Pemkab Poso saja, tetapi butuh peran dari berbagai pihak, seperti pemerintah pusat, peran media massa, maupun seluruh elemen bangsa dan negara.

Ia menyebutkan berbagai upaya untuk memastikan situasi Kabupaten Poso, di antaranya konser kebangsaan, kemudian kali ini adalah Festival Danau Poso yang berlangsung sejak 20 sampai dengan 22 Oktober 2022.(ant)

BACA JUGA :  Menparekraf Batal Buka Festival Danau Poso, Gubernur Sulteng Kecewa
Silakan komentar Anda Disini….