Di Balik Jeruji Sel Mapolsek Moutong, Para Tahanan Menerima Pembinaan Agama dan Akhlak

MOUTONG, Kabar Selebes — Sebanyak enam orang tahanan yang mendekam di balik jeruji sel Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Moutong, menerima program Bimrohtal alias Bimbingan Rohani dan Mental.

Tiga tahanan yang terjerat kasus pencurian misalnya,  tampak tekun dam serius belajar mengaji dan kajian keagamaan lainnya saat keluar tiga hari bersama para jamaah tabligh di Masjid Annur Desa Moutong Tengah Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong, Selasa hingga Kamis, 25-27 Oktober 2022.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek)  Moutong Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suradi, S.Sos mengaku, menggagas program pembinaan ini guna memberikan motivasi kepada para tahanan, sehingga bertaubat dan usai menjalani masa tahanan bisa kembali ke masyarakat.

” Mereka ini masyarakat bermasalah sehingga membina mereka. Ini juga bertujuan, setelah mereka selesai menjalani masa hukumannya, mereka bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan menjadi orang baik. Serta dengan bekal pendidikan agama itu, mereka tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang bersifat kriminalitas,” tekan Suradi panjang lebar.

BACA JUGA :  Geram Parimo Gelar Aksi Long March Tuntut Bupati Soal Tambang

Selain itu ucap mantan Kapolsek Poso Pesisir Selatan itu,  di antara enam tahanan yang menghuni polsek paling ujung utara Kabupaten Parigi Moutong itu, ada tiga yang terkategori pembinaan yang diselesaikan secara kekeluargaan, dibina di masjid.

“Sedangkan sisanya yang terjerat kasus berat, kita bina dari balik jeruji.  Mereka kita ajarkan mengaji, kita jelaskan tentang keuntungan melaksanakan Shalat, keuntungan berzikir, keuntungan puasa dan lain sebagainya,” jelas Suradi.

BACA JUGA :  Penutupan Pintu Masuk Perbatasan Sulteng-Gorontalo Dipersempit

Pantauan awak media KabarSelebes.id, meski para tahanan tersebut masih terbata-bata dalam membaca ayat-ayat Alqur’an, namun tak menyurutkan keinginan mereka untuk mendalami ajaran agamanya.

” Namun dengan kesabaran dan ketelatenan, mereka secara perlahan-lahan mampu mempraktikkan apa yang kami ajarkan kepada mereka, terutama dalam melantunkan ayat-ayat Alqur’an,” ujar Perwira Unit (Panit) Shabara Polsek Moutong Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Samarudin.

Bahkan, masyarakat bermasalah binaan Polsek Moutong keluar selama tiga hari bersama jamaah tablig, tetap dalam pantauan dan pengawasan dari Polsek Moutong.

“Selain itu, untuk biaya makan mereka selama tiga hari itu, semuanya di tanggung oleh Polsek Moutong,” kata Samarudin.

BACA JUGA :  Keren, Komunitas Motor Pantai Timur Rayakan HUT RI dari Ujung Utara  Sulawesi Tengah

“Ini sebagai bentuk keseriusan Polsek Moutong dalam membina masyarakat, agar setelah dari sini, mereka benar-benar sudah menjadi orang yang baik,” sambung Samarudin menirukan ‘perintah’ Kapolsek Moutong. (hcb)

Laporan : Hasan Cl. Bunyu

Silakan komentar Anda Disini….