Polisi Sebut ada Aktor Intelektual pada Aksi Blokade Jalan di Poboya

Kepala Polres Kota (Kapolresta) Palu, Komisaris Besar Polisi Barliansyah menunjukkan botol sisa bom molotov yang dilemparkan warga ke aparat, Rabu malam.(Foto: Abdee Mari)

PALU, Kabar Selebes – Kepala Polres Kota (Kapolresta) Palu, Komisaris Besar Polisi Barliansyah menyebut, aksi warga memblokade jalan di Vatumorangga, Kelurahan Poboya, Kota Palu, Rabu (26/10/2022) malam diakibatkan adanya provokasi.

“Iya saya katakan demikian (benar ada provokator),” kata Barliansyah saat konferensi pers di PT CPM  Kamis (27/10/2022).

Sebenarnya kata Barliansyah, hal ini disebabkan karena adanya permintaan warga untuk mengolah lahan di lokasi kontrak karya CPM. Namun karena semua harus diproses oleh pemerintah sehingga dibutuhkan kesabaran dari masyarakat.

BACA JUGA :  CPM Adalah Perusahaan Tambang Emas Pertama Menggunakan Filter Press

“Ada aktor-aktor intelektual yang bermain di belakang ini mendesak agar segera diwujudkan ruang ini mereka melakukan penambangan rakyat. Namun kalau kami perhatikan, para aktor intelektual ini adalah mereka yang dulunya melakukan perendaman (PETI),” kata Barliansyah.

Dia menyebut, masyarakat setempat dimanfaatkan oleh para aktor intelektual untuk melakukan aksi blokade jalan  itu demi mewujudkan kepentingan pribadi.

BACA JUGA :  CPM Utamakan Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan dalam Pengelolaan Tambang

Sebelumnya, ratusan warga terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian rabu malam. Bentrokan ini terjadi setelah polisi membuka akses jalan di Vatumorangga, Kelurahan Poboya yang diblokade warga.

Polisi menemukan beberapa botol dengan sumbu yang diduga dijadikan bom molotov oleh warga.(abd)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….
BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Ajukan 25 Hektare Lahan PT CPM jadi Tambang Rakyat