Komitmen CPM untuk Pendidikan Masyarakat Lingkar Tambang Poboya Diapresiasi

PALU, Kabar Selebes – Salah satu fokus PT. Citra Palu Mineral (CPM) dalam pemberdayaan masyarakat khususnya di lingkup pendidikan, adalah mengedukasi sekolah mengenai pengelolaan sampah. Selain itu, juga diberikan berbagai alat penunjang lainnya, sehingga dalam pengolahannya menghasilkan produk olahan secara maksimal.

Mantan Kepala Sekolah SMPN 7 Lasoani Masaat, S,Pd, M,Pd Mengatakan, semasa dirinya menjabat ada beragam program yang dilakukan PT. CPM di SMPN 7 Lasoani. Salah satunya adalah, latihan pengolahan daun dan ranting pohon menjadi produk pupuk kompos.

Selain itu, juga diberikan bantuan berupa mesin pencacah, alat pelindung diri saat melakukan produksi pupuk kompos dan beberapa alat penunjang lainnya.

BACA JUGA :  Enam Saksi Terkait Kepemilikan Tambang Emas Ilegal di Poboya Diperiksa Polisi

“Karena sekolah kami merupakan sekolah adiwiyata, maka pihak perusahaan memberikan kami bantuan mesin pencacah rumput, APD, dan edukasi hingga menghasilkan kompos blok.” Jelas Masaat, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 14 Palu.

Bantuan lain yang diberikan oleh perusahaan berupa bibit pohon pelindung agar suasana sekolah menjadi lebih asri dan rimbun.

“Berbagai bantuan yang diberikan CPM kepada sekolah, merupakan bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kedepannya hal serupa dapat terus dilakukan bersama, sehingga para siswa dan tenaga pendidik memahami peran yang dimiliki oleh alam,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ada Oknum Pengusaha JF di PETI Kayuboko, Komnas HAM Sebut Polda Sulteng Tutup Mata

Sekaitan dengan hal tersebut, Kepala SDN Poboya, Dadang Rahman Sidiq, mengatakan bahwa sekolah yang ia bina kerap kali berkolaborasi dengan perusahaan.

“SDN Poboya di beberapa kesempatan berkolaborasi dengan perusahaan, baik itu berupa kegiatan sosial, edukasi, dan kegiatan pelestarian lingkungan” jelas Dadang.

Beberapa waktu lalu, sekolah dan CPM juga telah melaksanakan peringatan hari lingkungan hidup sedunia, dengan melakukan penanaman pohon dan daur ulang limbah menjadi karya seni serta bernilai ekonomis.

BACA JUGA :  Putus Penyebaran Covid-19, CPM Semprot Fasos-Fasum di Palu
Silakan komentar Anda Disini….