Ada Aktivitas Tambang Galian C di Watusampu yang Diduga Beraktivitas di Luar Kordinat

Keterangan Foto : Jarak antara lokasi izin usaha tambang PT Utama Sirtu Abadi dengan lokasi aktivitas pertambangan PT Utama Sirtu Abadi berjarak 1.9 Km.

PALU, Kabar Selebes – Aktivitas tambang galian C tanpa berizin atau ilegal di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Palu, Sulawesi Tengah masih terus berlangsung. Satu diantaranya diduga adalah perusahaan PT Utama Sirtu Abadi , milik Oetomo Koentjoro atau lebih dikenal dengan sebutan Tomo Utama Beton.

Dari hasil pantauan, terdapat perbedaan titik koordinat antara izin usaha tambang yang terlampir di IUP PT Utama Sirtu Abadi dengan titik wilayah perusahaan tersebut beroperasi. Diduga aktivas tambang galian C tanpa berizin atau ilegal oleh PT Utama Sirtu Abad berlangsung sejak Desember 2019.

Titik koordinat izin usaha tambang PT Utama Sirtu Abadi 119,8084-0,83569, sementara dari hasil penelusuran tim media perusahaan tersebut beroperasi melakukan aktivitas tambang galian C ilegal di koordinat 119,8030-0,819166 Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Palu.

Keteranganq Foto : Lokasi tambang galian C Ilegal milik PT Utama Sirtu Abadi.
Keterangan Foto : Jarak antara lokasi izin usaha tambang PT Utama Sirtu Abadi dengan lokasi aktivitas pertambangan PT Utama Sirtu Abadi berjarak 1.9 Km.
Keterangan Foto : Luas lahan aktivitas tambang ilegal PT Utama Sirtu Abadi sejak tahun 2019 hingga saat ini capai 4,48 ha.

Direktur PT Utama Sirtu Abadi Oetomo Koentjoro membantah kalau wilayah operasional perusahaannya tersebut disebut ilegal. Namun tidak bersedia melakukan pembuktian bersama di lokasi menggunakan GPS.

BACA JUGA :  Polda Sulteng Tangkap 6 Orang Penambang Ilegal di Dongi-Dongi, Pelaku Terancam Denda 10 Milyar

“Ia benar yang ambil keuntungan perusahaan, tapi saya tidak bersalah. Kan kalau saya salah yang ditangkap saya, wartawan tidak usah urus itu lah. Silahkan tanya ke ESDM saja.” Ungkap Oetomo Koentjoro saat dikonfirmasi melalui telepon pada beberapa hari lalu.

Menurut Oetomo Koentjoro bahwa pihaknya melakukan aktivitas tambang galian C di Watusampu sudah cukup lama dan telah melakukan perpanjangan IUP berkali kali.

BACA JUGA :  Razia PETI di Buol dan Tolitoli, Polisi hanya Dapati 6 Alat Berat

Sementara itu, Kabid Minerba ESDM Sulteng Mohammad Nenk menyampaikan bahwa atas adanya informasi tersebut, pihaknya akan melaporkan ke atasannya untuk dilakukan rapat bersama guna membentuk tim lapangan dari ESDM.

“Kita tunggu Pak Kadis ESDM balik dari Jakarta dulu, untuk pimpin rapat guna membentuk tim untuk turun ke lapangan. Tim tersebut nantinya akan mengumpulkan data atas adanya dugaan perusahaan melakukan aktivitas Ilegal.”Ucap Kabid Minerba ESDM Sulteng Mohammad Nenk.

BACA JUGA :  Front Penyelamat Sumber Daya Alam Sulteng, Tuntut Hentikan Operasi Dua Tambang Ilegal di Morut

Laporan : TIM

Silakan komentar Anda Disini….