LBH Apik Sulteng Imbau Korban Kekerasan Seksual Harus Berani Speak Up

Semiloka (LBH APIK) Sulawesi Tengah yang berlangsung di hotel Santika Palu (14-15/11/2022).( Foto : indrawati zainuddin)

PALU, Kabar Selebes – Kasus kekerasan seksual terungkap seiring dengan korban yang berani speak up, atau berbicara mengenai kejadian pelecehan yang mereka alami.

Kurangnya Speak Up dari korban menjadi salah satu kendala atau tantangan yang dialami Lembaga bantuan hukum (LBH)  Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Sulteng, dalam mengidentifikasi kasus kasus kekerasan yang dialami masyarakat khususnya kekerasan seksual.

“Ketika mereka tidak Speak Up kita tidak tahu apa yang mereka butuhkan,Ini sebenarnya tantangan juga bagi kami bahwa kekerasan seksual itu sebenarnya dekat dengan kita namun  kita sendiri yang kurang sadar” Kata Gaby Salah Satu Staf LBH APIK pada kegiatan Semiloka (LBH APIK)  Sulawesi Tengah yang berlangsung di hotel Santika Palu (14-15/11/2022)

BACA JUGA :  Kota Palu Terima Penghargaan Sebagai Kota Dengan Perencanaan Pembangunan Terbaik

Selain itu kurangnya pemahaman dan edukasi ke masyarakat terkait pelaporan juga menjadi salah satu tantangan LBH APIK.

Menurut Geby korban yang berani speak up merupakan hal yang positif, sehingga itu menjadi bahan evaluasi LBH APIK untuk meningkatkan upaya perlindungan perempuan khususnya dalam kasus kekerasan seksual

Oleh karena itu, LBH APIK Sulteng akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang didukung pemberitaan media yang ramah HAM dan Keberagaman, serta membuat saluran yang memudahkan korban agar berani melaporkan kejadian kasus kekerasan seksual.

BACA JUGA :  Upaya Legislator Meringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid-19 Melalui Reses

“Jika ada korban yang melapor, LBH  APIK akan menangani korban sesuai dengan prosedur. Korban akan diberikan perlindungan atau rumah aman dan dijamin kerahasiaan identitasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku” Tutur Geby.

Sepanjang tahun 2021 Data Kekerasan Terhadap Perempuan Se Sulteng Disumbang Oleh Kota Palu yakni Sebanyak 230 kasus yang didampingi oleh LBH APIK Sulteng, 70 atau sekitar 30% diantaranya adalah kasus kekerasan seksual yang menimpa anak muda.(iz)

BACA JUGA :  Gandeng CUF dan UCLG ASPAC, Pemkot Palu Bangun Ruang Publik di Balaroa

Laporan : Indrawati

Silakan komentar Anda Disini….