Sekretaris Daerah Tojo Unauna sebut Stunting adalah Representasi Rendahnya SDM

AMPANA, Kabar Selebes – Direktorat Jenderal (Dirjen) Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) melakukan workshop  menyusun program dalam rangka peningkatan kapasitas ketenagakerjaan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting di daerah tertinggal selama dua hari 22-23 November 2022 di Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia Workshop Delvia Lahay dalam laporannya mengatakan seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja kesehatan yang ada di Tojo Unauna dalam upaya pencegahan stunting dan pendampingan cegah stunting daerah tertinggal.

Workshop yang diikuti oleh 50 peserta terdiri dari Dinas Kesehatan, Bidang Koordinator, bidang  tenaga kerja pelaksana puskesmas, bidang promkes kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Tojo Unauna.

BACA JUGA :  Pemkab Tojo Unauna Salurkan Minyak Goreng Subsidi 20 Ribu Liter untuk Warga

Workshop menghadirkan narasumber deputi untuk pengendalian Republik Indonesia, guru besar Universitas Tadulako  dan Kadis Kesehatan Kabupaten Tojo Unauna.

Bupati Tojo Una Una yang diwakili oleh Sekretaris Daerah DR. Sovianur Kure mengawali sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang telah memberian perhatian besar kepada Kabupaten Tojo Unauna dengan menyelenggarakan workshop peningktan kapastas tenaga kerja bidang kesehatan serta memberikan peralatan kesehatan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilyah Kabupaten Tojo Unauna .

BACA JUGA :  Melalui Bakti Sosial, Babinsa Koramil Ampana Tete Bantu Warga Bersihkan Saluran Air

“Masalah stunting merupakan masalah nasional yang mereseprentasikan rendahnya SDM. Untuk itu diperlukan dukungan dari semua unsur untuk menghasilkan sumberdaya yang berkualitas,” kata Souvianur.

Lanjut Sovianur Kure, penanganan stunting di daerah sangat prioritas karena stunting adalah ancaman kualitas sumberdaya manusia sehingga Tojo Unauna punya pekerjaan rumah yang mendasar dalam peningkatan SDM.

“Penanganan stunting harus berkolaborasi dan terintegrasi semua pihak pemerintah pengusaha tokoh agama tokoh masyarakat dan yangpaling berperan dimulai dari lingkungan keluarga,” jelasnya.(shl)

BACA JUGA :  Penarikan Sumbangan Pihak Ketiga di Touna Dihentikan

Laporan : Saiful Hulungo

Silakan komentar Anda Disini….