Bakesbangpol Morowali Gelar FPK, Wakil Bupat: Pembinaan Politik dan Kebangsaan Perlu Digagas Terus Memerus

MOROWALI, Kabar Selebes – Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Raha Seba Bintang, Kelurahan Bungi, Bungku Tengah, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Kamis (01/12/2022).

Rapat diikuti oleh perwakilan dari kerukunan keluarga berbagai suku yang berada di Kabupaten Morowali.

Tujuan digelarnya rapat FPK adalah menciptakan kerukunan masyarakat Kabupaten Morowali yang mandiri, aman dan sejahtera bersama. Serta menduplikasikan ataupun mengembangkan desa pancasila di tempat masing-masing untuk mempercepat pembauran kebangsaan. Sehingga tercipta kerukunan antar suku dan kondusifitas di Kab. Morowali.

Diketahui, FPK adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi terkait keragaman etnis, suku, agama, adat dan lainnya. Serta kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

Pembauran kebangsaan merupakan tanggung jawab dan wajib dilaksanakan bersama antara pemerintah, masyarakat dengan seluruh komponen bangsa.

Rapat dibuka langsung Wakil Bupati Najamudin. Dihadiri Ketua Dewan Adat Tobungku MI Ridhwan, unsur Forkopimda, Anggota DPRD Dg Pasolong, dan Kaban Kesbangpol Bambang S. Soerojo.

BACA JUGA :  Polisi Amankan Tersangka Pencurian Emas, Residivis Kasus Penganiayaan Pernah di Penjara di Lapas Poso

Wakil Bupati Najamudina menekankan bahwa pembangunan bidang infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM) suatu daerah harus berjalan seimbang.  Menurutnya, kegiatan fisik yang optimal tanpa diiringi moral dan etika masyarakat, maka tentu akan menjadi sia-sia.

“hal tersebut menjadikan pembangunan di Morowali tidak akan terwujud dengan baik. Olehnya kualitas SDM sangat penting dalam pembangunan. Semakin bagus kualitas SDM yang ada maka akan mempercepat atau mempermudah proses pembangunan dalam memajukan suatu bangsa wilayah,” jelasnua.

“Membangun fisik itu mudah, tetapi membangun kesadaran dan SDM itu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Keduanya harus berjalan bersama. Apa gunanya membangun fisik jika terjadi gesekan atau konflik di tengah masyarakat. Apa yang dibangun tidak ada gunanya karena SDM  rendah, nilai-nilai demokrasi rendah dan memicu terjadi bentura,” terang Najamudin.

Olehnya ia menyebut kegiatan ini penting dihadiri   masing-masing kerukunan keluarga suku yang berada di Morowali.

Organisasi kerukunan juga turut terlibat menjaga kondusifitas daerah. Ia juga mengimbau kepada Badan Kesbangpol untuk terus memberikan pendampingan pembauran kebangsaan dan politik bagi anggota kerukunan di Morowali. Sehingga diharapkan dapat menjaga Kamtibmas di Morowali.

BACA JUGA :  Sambut Tahun Baru Islam, Bupati Morowali Kunjungi Sejumlah Pondok Pesantren

“Untuk Kesbangpol, pembinaan politik dan pembauran kebangsaan perlu digagas terus-menerus. Semoga dengan kehadiran kita akan memberikan keamanan, membantu aparat TNI/Polri menjaga keamanan di daerah kita,” hatapnya.

“Karena daerah kita saat ini jadi sasaran investasi dunia. Jika iklim investasi berjalan lancar maka ekonomi juga menjadi maju dan daerah akan semakin berkembang dengan pesat,” kata Najqmudin.

Sementara itu, Kaban Kesbangpol, Bambang Soerojo menyebut rapat ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.. FPK adalah ruang setara bagi seluruh pihak untuk melihat kondisi politik, sosial dan konflik di daerah.

Ia berharap, melalui FPK, dapat menyatukan persepsi dan menjadi wadah silaturahmi bagi seluruh kerukunan di KMorowali dalam menjaga stabilitas daerah. Morowali sampai sekarang ini masih dalam suasana yang sangat kondusif sehingga menjadi jaminan adanya investasi di daerah kita.

“Semoga dengan adanya kegiatan lewat FPK, kita satukan persepsi dan jadikan wadah silaturahmi untuk saling mengenal, bertegur sapa, sehingga apabila terjadi konflik cepat kita selesaikan bersama” jelas Bambang.

BACA JUGA :  Cegah Covid-19 di Tempat Keramaian, Polres Morowali Masifkan Imbauan Kepada Masyarakat

Dalam acara dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan dari Dirjen Politik Kemendagri atas terbentuknya gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Morowali. Kemudian penyerahan piagam atas suksesnya pembagian sebanyak 10 juta bendera merah putih di Morowali untuk menyemarakkan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2022.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi FPK Morowali. Dipimpin langsung oleh Bambang Soerojo. (kominfo/ahl)

Laporan: Ahyar Lani