Inspektorat Morowali Gelar Expose Pertanggungjawaban Akhir Tahun, Taslim: Saya Harap Ini Menjadi Bahan Evaluasi

Bupati Morowali Taslim

MOROWALI, Kabar Selebes – Inspektorat Daerah Kabupaten Morowali menggelar diskusi penyampaian beberapa kelemahan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyiapan dokumen pelaporan akhir tahun. Serta tindaklanjut hasil pengawasan dan pemerikasaan BKP atau APIP tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan expose itu dalam rangka mempercepat penyelesaian pertanggungjawaban akhir tahun maupun tindaklanjut dari hasil pengawasan dan pemeriksaan di tahun 2022.

Acara dihadiri langsung Bupati Morowali Taslim dan para pimpinan OPD se-Kabupaten Morowali. Berlangsung di Resto Ba’a BTN Ipi, Desa Ipi, Bungku Tengah, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat (13/01/2023) siang.

Inspektur Inspektorat Morowali Afridin menyampaikan, bahwa kegiatan expose ini lebih mengarah untuk persiapan rapat evaluasi kerja tahunan, yang akan digelar beberapa waktu mendatang.

Selain itu kegiatan expose ini bukan menceritakan bahwa beberapa OPD itu lemah, tetapi kondisi dimana semua kelemahan yang ditemui oleh Inpektorat itu bertujuan untuk dilakukan perbaikan atau koreksi bersama.

“Tujuan expose ini bukan untuk mencederai OPD di depan Pak Bupati, tapi ini merupakan suatu koreksi bersama. Expose ini juga bukan hanya sekedar kita meng-exspose hasil audit, tetapi kita lebih kediskusi, untuk mempertemukan persepsi pemikiran bersama dan saling memperbaiki jika ada hasil yang keliru,” ujar Afridin.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kapasitas Wartawan, PT Vale Fasilitasi UKW di Makassar

“Selain itu tujuan tak kalah penting pada kegiatan expose ini untuk mengawal program Zero Temuan, yang dicanangkan tahun 2022, pemeriksaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sudah tidak ada kerugian daerah,” tambahnya.

Sementara, Bupati Taslim menyampaikan sangat mengapresiasi dengan baik kegiatan expose digelar oleh Inspektorat.

Sehingga diharapkan semua OPD dapat melihat secara langsung pemaparan hasil audit dari Inspektorat, untuk dijadikan suatu catatan penting ketika kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Taslim menjelaskan, dalam pemaparan temuan hasil audit Inspektorat pada OPD, jika diumpamakan dalam dunia medis itu seperti temuan suatu penyakit, yakni ada penyakit rematik, flu, asam urat serta dengan tingkat stadium yang berbeda.

Sehingga ia mengajak kepada semuanya, agar tidak hanya melihat atau terfokus pada jenis penyakitnya saja, namun yang perlu diperhatikan yakni apa yang menyebabkan sehingga muncul penyakit tersebut.

Taslim menyampaikan, dari paparan hasil audit Inspektorat itu yang perlu jadi perhatian yakni terkait pentingnya peran Sumber Daya Manusia atau SDM pada setiap OPD.

“SDM sangat penting, sebab semua ada kaitannya, baik kita sebagai penanggungjawab, pihak ketiga, mitra dan pengawas, itu semua berkaitan dengan SDM. Karena SDM juga sangat menentukan sukses atau tidaknya suatu kegiatan, baik mulai dari perencanaan, karena kalau perencanaan sudah tidak baik, maka bentuk pelaksanaan juga dipastikan akan tidak baik,” jelas Taslim.

BACA JUGA :  Peduli Covid-19, Persatuan Jurnalis Morowali Salurkan Bantuan Sembako ke Kaum Dhuafa

“Sehingga, itu yang menjadi catatan kita semua untuk membuat sebuah perencanaan yang baik, maka ruang lingkup harus memiliki SDM yang baik juga. Jangan sampai SDM yang diharapkan namun tidak mampu dengan sebuah pekerjaanya. Itu semua juga berkitan dengan jabatan, maka saya berharap kepada para pimpinan OPD kiranya ini menjadi bahan evaluasi,” ungkapnya.

Taslim juga menjelaskan, selain SDM yang baik juga harus didukung dengan integritas antara pengawas ataupun pihak ketiga dalam sebuah pekerjaan, agar dapat meminimalisir suatu hal yang tidak diinginkan.

“Sehingga dari hasil audit Inspektorat ini, diharapkan menjadi catatan dan diperlihatkan kepada pihak ketiga ataupun pengawas pekerjaan, agar dapat bekerja dengan baik dan bertanggungjawab,” harap Taslim.

Mengakhiri sambutanya, Taslim juga berpesan agar pihak OPD dan Inspektorat terus menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan baik, khusunya dalam menyediakan data pendukung dari OPD kepada Inspektorat.

BACA JUGA :  Investasi Pertambangan di Morowali, BUMD Harus Lebih Kreatif Melihat Peluang

Ia juga berharap, pada kegiatan expose hasil audit digelar oleh inspektorat ini, agar pimpinan OPD lebih pro aktif dalam menyampaiakan sanggahan, agar diskusi berjalan dengan lancar dan baik.

Adapun kegiatan expose hasil audit itu dengan memaparkan sejumlah hasil temuan di OPD oleh tim Inspektorat Kabupaten Morowali. Seperti, Belanja Modal pada perangkat daerah tahun 2022, hasil pengawasan terkait pelaksanaan review, hingga laporan temuan non administratif dan administratif atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI dan APIP tahun 2004 sampai dengan tahun 2022. (kominfo/ahl)