Ekonomi

NTP dan NTUP Naik, Pertanian Sulawesi Tengah Awali 2023 dengan Positif

115
×

<strong>NTP dan </strong>NTUP<strong> Naik, </strong>Pertanian Sulawesi Tengah Awali 2023 dengan Positif

Sebarkan artikel ini
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah Nelson Metubun bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.(Foto: Ist)

PALU, Kabar Selebes – Pertanian Sulawesi Tengah mengawali tahun 2023 dengan positif, menyusul rilis data BPS 1 Februari 2023 menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) Sulteng naik 0,05 persen Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) naik 0,16.

NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.

BACA JUGA :  Puluhan Penyuluh Pertanian dari 5 Kabupaten di Sulteng dapat Pelatihan dari READSI

“Semakin tinggi nilai tukar petani semakin baik daya beli petani terhadap produk konsumsi tersebut dan berarti secara relatif lebih sejahtera,” kata Nelson Metubun selaku Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah.

Pencapaian di bulan Januari, lanjut Nelson, tidak lepas dari usaha yang terus menerus dilakukan pemerintah memberdayakan petani, terutama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas Pertanian, Pemkab Sigi Bagikan Bantuan Alsintan

“Dibanding propinsi lain di Sulawesi, NTP Sulteng mengalami kenaikan sebesar 0,05 %, Sulsel 1,21 % dan Gorontalo 0,79 %, Penurunan NTP dialami oleh Sulut -1,20 %, Sultra 0,49 % dan Sulbar -1,78 %. Indeks yg diterima petani meningkat dibanding indeks yg dibayarkan, khusus sektor Horti faktor penunjang utamanya tersedianya stok produksi normal dilapangan, hal ini juga sekaligus faktor penurun inflasi yg dialami Sulteng beberapa saat sebelumnya,” jelas Nelson.

BACA JUGA :  Panen Raya Nusantara di Parigi, Stafsus Mentan : Masa Depan Sulawesi Tengah di Tangan Petani

Sementara NTUP sendiri adalah merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks yang dibayar petani untuk produksi dan penambahan barang modal.(*/abd/et)