Tutup
Ekonomi

Bulog Sulteng Sebut Kenaikan Harga Beras karena Mendekati Masa Panen

88
×

Bulog Sulteng Sebut Kenaikan Harga Beras karena Mendekati Masa Panen

Sebarkan artikel ini
Beras Bulog

PALU, Kabar Selebes – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sulawesi Tengah David Susanto menyebut kenaikan harga beras saat ini dipengaruhi sejumlah factor.

Salah satunya adalah pengaruh rutinitas mendekati masa panen raya, yang mana biasanya terjadi pergerakan harga di akhir dan awal tahun.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Palu hasil pemantauan hari ini, rata-rata harga beras premium di pasar tradisional ibu Sulteng Rp12 ribu per kilogram, atau masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram.

BACA JUGA :  Penuhi Kekurangan, Bulog Sulteng Datangkan 200 Ton Gula Pasir

Di Sulteng, katanya, panen raya diperkirakan baru akan terjadi pada Maret mendatang, meskipun saat ini sudah ada petani memanen padi namun jumlahnya belu terlalu banyak.

“Saya yakni di Sulteng kondisi ini diredam dengan adanya panen raya nanti,” ucapnya.

Ia menuturkan, tahun 2023 Bulog Sulteng menargetkan menyerap beras petani sebanyak 24 ribu ton, tahun lalu dari 29 ribu ton, terserap 7.500 ton atau sekitar 25 persen dan jumlah target bukan menjadi prioritas.

BACA JUGA :  Stok Beras di Parigi Moutong Melimpah, Stafsus Kementan RI : Tak Masuk Akal Ada yang Mau Impor

“Sebagai pihak yang ditugaskan pemerintah dalam urusan logistik pangan, kami berperan memberikan penguatan terhadap harga hasil produksi petani, bila mana harga berpotensi mendekati anjlok, maka kami melakukan intervensi pembelian beras dengan harga rata-rata,” demikian David.

Kondisi ini membuat Perum Bulog Sulteng menggencarkan kegiatan operasi pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk stabilisasi harga pangan penting.

“Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) terus didorong untuk mengendalikan harga,” kata David Susanto seperti dikutip ANTARA, Jumat (10/2/2023).

BACA JUGA :  Bulog Siapkan 5.000 Ton Beras untuk Sulteng

Ia menjelaskan, akhir-akhir ini isu beras dan minyak goreng mengalami lonjakan harga secara nasional, oleh karena itu upaya dilakukan melalui intervensi dengan pendekatan operasi pasar.

Bulog telah mengagendakan giat ini, salah satu sasarannya yakni di Kabupaten Sigi dengan menggandeng pemerintah setempat yang berlangsung pada Sabtu (10/2) di pasar tradisional Maranatha, Kecamatan Dolo.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Sigi. Giat ini disambut positif pemerintah setempat,” ujarnya.(ant)