Sulawesi Tengah

Puluhan Penyuluh Pertanian dari 5 Kabupaten di Sulteng dapat Pelatihan dari READSI

78
×

Puluhan Penyuluh Pertanian dari 5 Kabupaten di Sulteng dapat Pelatihan dari READSI

Sebarkan artikel ini
Staf Khusus Menteri Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi (Foto: ist)

SIGI, Kabar Selebes – Puluhan petugas penyuluh lapangan dari Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, Buol dan Banggai mendapatkan pelatihan penyegaran bagi penyuluh pertanian pendamping READSI di Balai Pelatihan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng di Sidera, Jumat (10/3/2023).

READSI merupakan salah satu program Kementrian Pertanian yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani.

“READSI itu singkatan dari Rural Empowerment and Ageicultural Scalling up Initiative. Karena itu pertemuan selama dua hari ini merupakan penyegaran dan sarana berbagi pengalaman untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani. Kawan kawan PPL adalah ujung tombak Kementrian Pertanian mengkomunikasikan tujuan program ini di lapangan,” jelas Dr Muhammad Amin selaku Kapuslatan BPSDMP Kementan RI.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas Pertanian, Pemkab Sigi Bagikan Bantuan Alsintan

Muara dari program ini, lanjut Amin, adalah bagaimana tercapainya nilai tambah dari yang selama ini dilakukan para petani. “Program ini juga menjadi bagian dari apa yang dicanangkan pak menteri melalui gerakan tiga kali ekspor yang berasal dari produk para petani,” tegas Amin.

Sementara itu Staf Khusus Menteri Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi mengucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan para penyuluh pertanian dalam pengabdian mereka.

BACA JUGA :  100 Persen Warga Sigi Ditargetkan Lakukan Perekaman e-KTP

“Kawan kawan penyuluh ini adalah ujung tombak Kementrian Pertanian dalam menterjemahkan program program yang ada. Memahami kebiasaan masyarakat di Poso tentu berbeda dengan masyarakat di Banggai dan daerah daerah lain. Kawan kawan penyuluhlah yang memahami bagaimana bisa mengajak mereka terlibat dalam sebuah program. Pendekatannya tentu saja berbeda-beda disetiap daerah. Karena itu kawan kawan penyuluh adalah komunikator ulung dimuka bumi ini,” kata Yesiah Ery.

BACA JUGA :  Gandeng Lembaga Asal Japan, ACT Sulteng Beri Bantuan Sumur di Sigi

Namun tentu saja, lanjut Yesiah Ery, kita harus menyesuaikan dengan tantangan jaman terutama dalam era digitalisasi.

“Kita harus rajin rajin membaca dan menggali informasi yang sekarang banyak disediakan dengan hanya mengklik informasi yang kita butuhkan menggunakan internet,”  jelasnya.

Selain itu, tambah Yesiah Ery, menjadi zpenyuluh lapangan adalah profesi yang sudah dipilih. “Karena itu tinggalkan warisan dalam bentuk pemberdayaan bagi para petani untuk mereka kenang selagi kita masih diberi kesempatan,” pungkas Yesiah Ery.