Tutup
PilihanSulawesi Tengah

PT CPM Sebut tak Pernah Keluarkan Izin Pengolahan Emas di Sungai Taopa

×

PT CPM Sebut tak Pernah Keluarkan Izin Pengolahan Emas di Sungai Taopa

Sebarkan artikel ini
Manager Government Relation and Permit PT CPM Haji Amran Amier. (Foto: Abdee Mari)

TAOPA, Kabar Selebes – Perlahan tapi pasti, kejanggalan soal keberadaan PT Citra Palu Minerals (CPM) yang mulai melakukan eksploitasi dan eksplorasi di hulu sungai Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong, mulai terungkap.

Pasalnya PT. CPM sampai saat ini, sama sekali tak pernah mengeluarkan izin pada perusahaan apapun untuk mengolah tambang emas di Blok V Kabupaten Parigi Moutong, termasuk di Hulu Sungai Taopa.

Advertisment
Scroll hingga akhir

“Disini kami jelaskan, bahwa yang katanya PT CPM mulai beroperasi di atas Taopa, itu adalah bohong,” tegas Manager Government Relation and Permit PT CPM Amran  Amier saat dihubungi awak media KabarSelebes.id via aplikasi WhatsApp, Minggu (12 /3/2023).

Amran Amier juga menyebut tidak pernah meminta bantuan aparat TNI dan Polri untuk mengawasi operasional pertambangan milik perusahaan atau anak perusahaan PT. CPM.

Lokasi yang akan dibuka untuk tambang di desa Taopa.(Foto: Hasan)

Sementara, di masyarakat beredar informasi adanya perwira militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang jadi pelindung terhadap perusahaan pencari emas  berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) Laut dengan inisial F.

“Perlu masyarakat ketahui, bahwa PT CPM tidak pernah meminta bantuan kepada TNI dan Polri untuk mengawasi operasional pertambangan milik perusahaan atau anak perusahaan PT. CPM,” terangnya.

Dalam segi pengamanan kata Amran, PT. CPM merekrut masyarakat lokal melalui uji kelayakan pengamanan melalui test kelulusan bersertifikat.

“Bukan  malah merekrut aparat militer baik Polri maupun TNI. Apalagi jadi bekingan perusahaan. Itu salah besar pak,” ujar Amran.

Amran juga menegaskan, bahwa sebelum melakukan operasi di daerah yang ada pemukiman warga, PT. CPM terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan kepada pemerintah setempat dan juga masyarakat.

“Mulai dari analisis dampak lingkungan, operasional produksi dan kesejahteraan warga dari keberadaan PT. CPM itu kami sampaikan pada masyarakat,” kata Amran.

“Kami tidak pernah main kucing-kucingan atau sembunyi-sembunyj dari masyarakat. Karena kalo dampaknya seperti banjir. Kasian, masyakarat yang terkena imbasnya. Kami tidak mau seperti itu,” ungkapnya.

Diakhir pembicaraan, Amran berjanji akan turun langsung ke Taopa untuk mengecek kebenaran soal adanya perusahan yang berkantor pusat di Bakrie Tower Lantai 10 Jakarta Selatan itu.

Oknum TNI AL (lingkaran hijau) mewakili PT. CPM dalam dialog damai di Kantor Desa Taopa Utara (Foto : Hasan Bunyu)

“Saya akan turun langsung mengecek siapa orang yang berani  menggunakan nama PT. CPM melakukan pertambangan di Taopa,” tutup Amran.

Sementara itu, oknum TNI AL  Letkol FB yang dijumpai media ini saat dialog damai dengan warga sekitaran bantaran Sungai Taopa, Minggu siang 5 Maret 2023 pekan lalu menjelaskan bahwa PT CPM baru hanya melakukan penelitian.

“Saya sebagai orang yang dipercayakan menjadi pendamping tim geologi PT. CPM baru hanya melakukan penelitian dan mengambil sampel,” akunya F.

Namun nyatanya, kebun milik salah seorang warga Taopa bernama Sudarmono, dibabat habis. “Lalu pak F bilang hanya minta untuk jalan alat berat. Tapi pas saya ke kebun mau petik cengkeh. Saya kaget, rupanya so habis dia babat pak. Ada juga kebun milik Eko dan warga lain,” kisahnya lirih.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Sugiarjo mengecam tindakan yang  mengatasnamakan PT. CPM. “Sejak awal saya sudah curiga, ini  ada yang tidak beres. Sehingga sampai kapan pun kami bersama warga menolak keberadaan tambang di Hulu Sungai Taopa,” kecamnya. (hcb)

Silakan komentar Anda Disini….