Tutup
Nasional

Diduga Catut Nama PT CPM di Taopa, AMPL Minta Polisi Periksa Oknum Bernama Papa L

×

Diduga Catut Nama PT CPM di Taopa, AMPL Minta Polisi Periksa Oknum Bernama Papa L

Sebarkan artikel ini
Ketua AMPL Sugiarjo menunjuk galian perusahan di tanah milik warga yang dibabat (Foto : Hasan Bunyu)

TAOPA, Kabar Selebes – Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Sugiarjo mendesak kepolisian untuk segera memeriksa pria berinisial S alias Papa L.

Ajo—sapaan akrabnya—menilai, jika Papa L terlibat soal aktivitas perusahaan tambang emas yang mencatut nama PT Cipta Palu Minerals (CPM) di Hulu Sungai Taopa Desa Taopa Utara Kabupaten Parigi Moutong Sulteng itu.

Advertisment
Scroll hingga akhir

“Rekaman yang beredar luas di masyarakat itu menjadi bukti kalo Papa L kuat berada di balik perusahaan itu merusak kebun warga dan mencemarkan sungai Taopa,” tegas Ajo saat di temui awak media KabarSelebes.id di kediaman rumah warga, Rabu 15 Maret 2023 pukul 23:40 Wita.

Dalam  rekaman itu kata Ajo, ada beberapa statmen Papa L yang menjadi senjata perusahaan untuk terus beraktivitas mengolah emas meski adanya desakan besar dari pemerintah Desa Taopa Utara, AMPL, kelompok masyarakat yang berada di sekitaran bantaran Sungai Taopa.

“Waktu rapat tanggal 5 Maret lalu kan perusahaan berjanji akan menghentikan aktivitasnya melalui surat pernyataan bermeterai. Tapi karena dia seakan memberi jaminan ke perusahaan, maka apa yang telah di sepakati itu, dilanggar oleh perusahaan,” yakin Ajo panjang lebar.

Selain itu kata pria yang getol menyuarakan masalah  lingkungan itu, beberapa isi penuturan Papa L di rekaman itu menyatakan kalo dirinya siap berhadapan dengan masyarakat yang protes soal aktivitas tambang.

“Di rekaman itu juga, dia bilang siapa-siapa yang mencoba menghalangi perusahaan  ini, akan berhadapan dengan dia. Nah, itu apa maksudnya kalo sebagai tameng perusahaan,” tegas Ajo bertanya.

Masih di rekaman itu, Papa L mengatakan, jika selama ini dirinya hanya diam saja. Barulah saat kuatnya protes warga, Papa L mendatangi warga.

“Kan di rekaman itu juga jelas, kalo Papa L bilang nanti kacau baru dia keluar sebagai tanda bahwa dirinya berada di balik perusahaan,” ucap Ajo.

Bukti lain soal Papa L jadi bagian dari perusahaan ilegal, lanjut Ajo, ialah soal perkataan Papa L yang di amanahkan untuk merekrut karyawan.

“Direkaman juga sangat jelas kalo Papa L yang  menentukan siapa saja yang akan diterima. Dia yang mengatakan kalo perusahaan diatas butuh 3 ribu orang dan 300 security. Inikan membuktikan kalo Papa L terlibat,” jelas pria kelahiran Desa Gio Kecamatan Moutong.

Menurut rencana, hari ini, Kamis (16/3), AMPL  secara resmi akan mengirim surat ke kepolisian perihal permintaan untuk memeriksa Papa L. “Kami juga akan lampirkan bukti rekaman ini ke pihak kepolisian,” tutupnya.

Papa L yang disambangi media ini di kediamannya, Rabu (15/3) usai shalat isya, tidak membantah kalo suara dalam rekaman berdurasi 9 menit 35 detik itu.

Papa L menjelaskan bila waktu itu dirinya sedang berbincang bersama beberapa warga dalam di pinggiran Sungai Taopa yang berada di Dusun  . Dirinya membantah kalo dituding sebagai bagian dari perusahaan tambang emas ilegal.

“Begini, saya katakan kalo saya akan pasang badan itu maksudnya ketika perusahaan sudah resmi jalan. Kan kita juga yang senang, warga kita bisa tersejahterakan karena bisa jadi karyawan,” ucapnya sambil ketawa.

Dirinya membantah kalo jadi bagian dari perusahaan. “Saya ini tidak pernah ke atas, melihat tempat yang dorang (mereka, red) gali saja, saya tidak tahu dimana tempatnya,” tampiknya sambil menggeserkan duduknya. (hcb)