Sulawesi Tengah

Kakanwil Kemenkumham Sulteng Tegaskan kabar Penerimaan CPNS 2023 adalah hoax

95
×

Kakanwil Kemenkumham Sulteng Tegaskan kabar Penerimaan CPNS 2023 adalah hoax

Sebarkan artikel ini
Budi Argap Situngkir (Foto: Humas)

PALU, Kabar Selebes – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kemenkumham Sulteng), Budi Argap Situngkir menegaskan bahwa adanya berita soal penerimaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2023, adalah hoax.

Budi Argap Situngkir menyebut, penerimaan penerimaan CPNS di Kemenkumham belum dibuka.

Hal itu ditegaskan olehnya saat memberikan arahan kepada seluruh jajarannya se-Sulawesi Tengah pada pelaksanaan Ujian Kompetensi tahun 2023, Senin, (19/6/2023) pagi.

BACA JUGA :  Kemenkumham Sulawesi Tengah  Berharap Sulteng Expo 2024 jadi Platform Kemitraan Pemerintah, Sektor Bisnis dan Masyarakat

“Saya harap rekan-rekan sekalian dapat turut andil menangkal berita Hoax penerimaan CPNS Kemenkumham tahun 2023, ini pasti sangat meresahkan buat masyarakat,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, dirinya pun membacakan siaran pers yang dikeluarkan Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerjasama Kemenkumham, Kata beliau, sampai detik ini belum ada pengumuman resmi penerimaan CPNS, baik untuk tenaga sipir maupun formasi lainnya.

BACA JUGA :  Kanwil Kemenkumham Sulteng gelar Sosialisasi Reformasi Birokrasi untuk Pemerintahan yang Bersih dan Kapabel

“Bapak Karo Hukerma telah keluarkan edaran resmi, bahwa informasi secara resmi akan diterbitkan pada situs cpns.kemenkumham.go.id dan media sosial resmi Kemenkumham,” sadurnya.

Tidak hanya berharap agar menyebarkan informasi terkait berita Hoax tersebut, Kakanwil juga berharap agar jajarannya dapat menjadi Role Model yang baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Antusiasme masyarakat terhadap penerimaan CPNS mesti diikuti dengan kinerja terbaik bagi jajaran.

BACA JUGA :  Kanwil Kemenkumham Sulteng Borong 2 Penghargaan Sekaligus dalam Seminar Nasional

“Bersyukur mendapat info bahwa banyak masyarakat yang ingin mendaftarkan diri menjadi keluarga kita, tentu ini harus kita maknai dengan berkinerja lebih baik lagi,” pungkasnya.(**)