Tutup
Olahraga

Rekruitmen Atlet FPTI Parigi Moutong Belum Merata

×

Rekruitmen Atlet FPTI Parigi Moutong Belum Merata

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN FOTO: Tampak sejumlah atlet putri yang tengah melakukan pembacaan jalur pemanjatan kategori Lead di kejuaraan terbuka panjat tebing nasional di Kabupaten Parigi Moutong yang telah usai pada Ahad, 6 Agustus 2023. Diantara sejumlah atlet tersebut, turut serta atlet putri binaan Pengkab FPTI Parigi Moutong. (Foto: Arki Arianggara Gaib for Kabar Selebes)

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Akibat belum meratanya rekruitmen yang dilakukan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Parigi Moutong, atlet panjat tebing berprestasi di daerah setempat masih sangat minim. Terbukti, dalam ivent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dilaksanakan di Kabupaten Banggai beberapa waktu lalu, atlet panjat tebing utusan Pengkab FPTI Parigi Moutong, sama sekali tidak mendapatkan medali.

Begitu pula pada ivent Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Nasional di Kabupaten Parigi Moutong yang baru saja usai pada Ahad, 6 Agustus 2023, tidak satu pun atlet utusan tuan rumah berhasil meraih medali. Dari tujuh orang atlet panjat tebing utusan Kabupaten Parigi Moutong, ke semuanya harus kandas di babak final dari tiga kategori, Lead, Boulder, dan Speed.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Ke tujuh atlet tersebut, yakni enam orang binaan Pengkab FPTI terdiri dari empat putra dan dua putri. Sedangkan seorangnya utusan salah satu club panjat tebing.

Padahal, fasilitas yang dimiliki Pengurus Kabupaten (Pengkab) FPTI Parigi Moutong sudah terbilang lengkap, mulai dari Lead, Boulder, hingga Speed. Begitu pula dengan peralatan pendukung lainnya.

Menurut pelatih atlet panjat tebing Pengkab FPTI Parigi Moutong Nurfaida, proses latihan atlet utusan Kabupaten Parigi Moutong tidak berlangsung lama. Sebab, proses rehab ketiga fasilitas panjat tebing milik Pengkab FPTI Parigi Moutong terbilang cepat sebagai persiapan kejuaraan terbuka panjat tebing nasional.

Begitu pula dengan keikutsertaan atlet panjat tebing utusan Pengkab FPTI Parigi Moutong pada Porprov di Kabupaten Banggai, menurutnya memiliki peluang untuk meraih medali. Penyebabnya, kondisi venue cabang olahraga panjat tebing di Kabupaten Banggai saat itu tidak siap. Bahkan, atlet panjat tebing utusan Pengkab FPTI Parigi Moutong saat itu telah berusaha semaksimal mungkin.

“Akibat kondisi venue panjat tebing yang tidak siap, kami pada saat di Kabupaten Banggai harus free tidak bertanding. Bahkan final kategori Speed tidak dilaksanakan,” ujar Nurfaida, yang dihubungi via telepon seluler, Selasa (8/8/2023).

Namun, ia mengakui rekruitmen atlet panjat tebing oleh Pengkab FPTI Parigi Moutong belum merata.

Ia juga mengaku cemburu dengan cabang olahraga atletik yang bisa Go To School untuk melakukan perekruitmen atlet muda. Apalagi, salah satu atlet cabang olahraga atletik yang berprestasi di Porprov merupakan hasil rekruitmen dari program Go To School.

Berkaitan dengan wacana Pengkab FPTI Parigi Moutong yang akan menggunakan pelatih berlisensi, menurut Nurfaida, itu telah dimiliki. Hanya saja, dua orang pelatih yang dimiliki Pengkab FPTI Parigi Moutong baru berlisensi level satu.

Ia juga mengaku sejauh ini Pengkab FPTI Parigi Moutong sudah banyak memiliki perubahan sejak diketuai Tri Nugraha Adhyarta yang akrab disapa Rio. Dibanding kepengurusan sebelumnya yang sama sekali tidak melakukan pembinaan atlet. Sedangkan pembinaan yang saat ini dilakukan Pengkab FPTI Parigi Moutong baru berjalan setahun.

“Hasil dari kejuaraan terbuka panjat tebing nasional yang baru saja selesai, akan menjadi evaluasi bagi kami untuk melakukan perbaikan dan langkah perubahan. Menurut saya inilah proses. Ketua Pengkab FPTI Parigi Moutong saat ini sangat mensuport pembinaan atlet. Pengkab FPTI di Sulawesi Tengah yang berjalan pembinaannya, salah satunya Parigi Moutong,” katanya.(rl)