Sulawesi Tengah

920 jiwa di 3 desa masih mengungsi pascagempa Donggala, BPBD Sulteng tetapkan status darurat

97
×

920 jiwa di 3 desa masih mengungsi pascagempa Donggala, BPBD Sulteng tetapkan status darurat

Sebarkan artikel ini
Warga Balaesang yang mengungsi di tenda pascagempa magnitudo 6,3 di Donggala.(Foto: BPBD Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Akris Fattah, menyebut ada 5 rumah yang mengalami kerusakan ringan akibat gempa dengan kekuatan magnitudo 6,3 di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/9/2023) malam.

Menurut Akris Fatah, mayoritas kerusakan yang terlihat adalah adanya retak-retak pada struktur bangunan.

“Dalam asekmennya di lapangan, kami menemukan 5 unit rumah dengan bagian belakang yang runtuh. Selebihnya mengalami kerusakan retak-retak rambut. Kami ingin pastikan bahwa data yang kami laporkan adalah data yang akurat agar masyarakat tidak dirugikan,” tambah Dr. Akris Fattah.

Dr. Akris Fattah juga menyebut, hingga siang ini masih ada 920 jiwa yang masih mengungsi di 11 titik pengungsian yang ada di beberapa desa seperti Desa Labean, Desa Palau dan Desa Pomolulu.

Masyarakat yang mengungsi tersebar di berbagai lokasi, termasuk di depan teras rumah, halaman rumah, dan bahkan lapangan sepak bola.

Data terakhir yang diterbitkan oleh BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mencatat bahwa sekitar 3.780 orang telah terdampak oleh gempa.

“Alhamdulillah, kita bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa ini. Ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam upaya penanganan bencana,” kata Akris Fattah.

Ia juga mengapresiasi keberanian dan kedisiplinan masyarakat yang mengikuti petunjuk evakuasi dan tindakan darurat dengan baik. Hal ini membantu dalam meminimalkan risiko terhadap jiwa dan keselamatan mereka.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama-sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus bekerja keras untuk memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak. Upaya pemulihan dan rehabilitasi juga akan segera dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat kembali ke kehidupan normal mereka secepat mungkin.

“Tim dari BPBD Sulteng masih terus bekerja untuk mengidentifikasi kerusakan pada fasilitas umum seperti sarana pendidikan, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan. Data terkait bangunan pemerintah juga sedang dalam proses pendataan,” tandasnya.

BPBD Sulteng juga menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah yang terdampak gempa di Kabupaten Donggala. Status ini berlaku hingga tujuh hari kedepan.(Abd)