Tutup
Dunia Islam

Bertugas menjaga Organisasi dan Ulama, Garda Alkhairaat resmi Dideklarasikan 

×

Bertugas menjaga Organisasi dan Ulama, Garda Alkhairaat resmi Dideklarasikan 

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Garda Alkhairaat.(Foto: Abdee Mari)

PALU, Kabar Selebes – Garda Alkhairaat secara resmi dideklarasikan di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi, Kotarindau, Kecamatan Dolo Kabupate Sigi, Jumat (22/9/2023).

Deklarasi ini dilakukan oleh KH Husen Habibu, yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemuda dari berbagai desa di Kabupaten Sigi.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Deklarasi itu juga dihadiri beberapa tokoh pemuda Alkhairaat seperti Mohammad Nizam Rana, Ashar Hasyim, Ashar Yahya, Asgar Basir Khan, Ahmad bin Yahya, Taufik Kambayang dan Hermanto.

Menurut Husen Habibu, pembentukan Garda Alkhairaat merupakan tuntutan jaman dengan semangat untuk menjaga peninggalan pendiri Alkhairaat HS Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

“Garda Alkhairaat akan bertugas menjaga seluruh peninggalan pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua dan menjadi garda terdepan untuk menjaga Alkhairaat serta asset-asetnya,” tegas Husen Habibu.

Menurut dia, Garda Alkhairaat yang disingkat GAL, akan secara resmi dikukuhkan pada Muktamar Besar XI Alkhairaat oleh Ketua Utama HS Alwi bin Saggaf Aljufri.

“Sebelum dikukuhkan dan diresmikan, GAL akan diusulkan menjadi salah satu badan otonom di Alkhairaat dan akan dibentuk di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” lanjutnya.

Tokoh muda Alkhairaat Ashar Yahya menyebut, GAL sudah direncanakan untuk dibentuk dua tahun yang lalu. Pembentukan badan otonom baru ini menjadi keinginan sejumlah pemuda Alkhairaat agar bisa menjadi garda pelindung organisasi.

“GAL ini bukan dibentuk karena adanya keinginan sesaat, tetapi sudah ada rencana sejak dua tahun yang lalu dimana kami melihat Alkhairaat tidak memiliki kekuatan ormas yang menjadi ujung tombak menjaga organisasi,” kata Ashar Yahya.

Asgar Basir Khan pada kesempatan itu menambahkan, nantinya setelah secara resmi terbentuk akan bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri.

Para kader-kader GAL akan ditempa dengan cara semi militer, baik ideologi maupun fisiknya.

“Karena nantinya salah satu tugas dari GAL adalah bermitra dengan TNI dan Polri, maka kedepan akan ada Brigade 99 Garda Alkhairaat yang akan bertugas dalam hal pengamanan ulama, organisasi dan asset Alkhairaat,” kata Asgar.

Bukan hanya itu, perekrutan GAL utamanya Brigade 99 Garda Alkhairaat akan bekerja sama dengan TNI dan Polri agar bisa menjadi kuat menjaga Marwah organisasi, negara dan bangsa.

Sebanyak 500 anggota sudah direkrut dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sigi, Kota Palu dan Donggala termasuk sejumlah jamaah majelis Dzikir Nuurul Khairaat Palu pimpinan Habib Shaleh Alaydrus atau Habib Soleh Rotan.***