Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah akan pecahkan misteri Megalit berusia Ribuan Tahun di Poso

58
×

Sulawesi Tengah akan pecahkan misteri Megalit berusia Ribuan Tahun di Poso

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona

PALU, Kabar Selebes – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona, mengadakan dialog interaktif dengan GPR-TV Kemenkominfo RI. Dialog ini disiarkan langsung melalui Channel YouTube Kominfo Newsroom dan berlangsung di ruang rapat Dinas Kominfo Santik pada Rabu, (27/9/2023).

Melalui sesi virtual ini, Sudaryano membagikan penemuan yang mengagumkan: Megalit, monumen batu misterius berusia 2000 hingga 3000 tahun sebelum Masehi yang ditemukan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, penemuan ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan harus diangkat ke tingkat nasional dan bahkan internasional.

“Hal ini mendorong Gubernur Rusdy Mastura dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melaksanakan pencanangan Sulawesi Tengah Negeri Seribu Megalit,” ujar Sudaryano.

Lebih lanjut, Sudaryano menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, bersama dengan semua pemangku kepentingan terkait, telah melakukan persiapan matang.

Pemerintah lokal telah melakukan kunjungan lapangan untuk menyiapkan lokasi percanangan, berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten Poso, serta terus melakukan publikasi terkait acara tersebut.

“Lokasi pencanangan akan berlangsung di Desa Kolori, Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso, pada 10 Oktober 2023,” tambah Sudaryano.

Acara ini akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Rusdy Mastura, Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pariwisata RI Sandiaga Uno, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim.

Sudaryano juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, lokasi pencanangan direncanakan di Lembah Napu, tetapi karena ada Festival Danau Poso (FDP) yang berlangsung pada tanggal yang sama dan dihadiri oleh beberapa tamu dari Kementerian, mereka memutuskan untuk memindahkan lokasi percanangan ke Lembah Bada.

Setelah pencanangan, rencananya akan diadakan Seminar Nasional dan Internasional untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang Megalit ini, serta upaya pengakuan dan penetapan Megalit sebagai situs cagar budaya dunia oleh UNESCO.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yakin bahwa kehadiran Kawasan Megalit ini akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat setempat dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Pemprov Sulteng juga merencanakan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, khususnya Balai Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemprov Sulteng akan menyusun Rencana Aksi Daerah yang akan diusulkan untuk menjadi Rencana Aksi Nasional dalam rangka pemeliharaan dan pelestarian Kawasan Cagar Biosfer Dunia Taman Nasional Lore Lindu dan Kawasan Situs Cagar Budaya Megalit, dengan harapan agar segera ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Sudaryano menutup dialog ini dengan mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan. Keberadaan Megalit bukan hanya penting bagi Sulawesi Tengah, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia sebagai upaya nyata dalam memajukan kebudayaan nusantara.

“Bapak Gubernur berharap percanangan Sulawesi Tengah Negeri Seribu Megalit ini segera diusulkan dan selanjutnya ditetapkan sebagai situs kawasan cagar budaya dunia oleh UNESCO,” ungkap Sudaryano, menggambarkan harapan besar dari Gubernur Rusdy Mastura.***