Tutup
Pilihan

Siswa An-Nur Buuts Palu Ciptakan Robot Pemanggil Siswa Berbasis Arduino

×

Siswa An-Nur Buuts Palu Ciptakan Robot Pemanggil Siswa Berbasis Arduino

Sebarkan artikel ini
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng) catatakan robot pemanggil siswa berbasis arduino ciptaan sekolah yayasan An-Nur Buuts Palu sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Senin, (20/11/2023) pagi.

PALU, Kabar Selebes – Para siswa di Yayasan An-Nur Buuts Palu, Sulawesi Tengah, berhasil menciptakan robot Robot Pemanggil Siswa Berbasis Arduino.

Arduino adalah sebuah perangkat elektronik yang bersifat open source, dirancang untuk mempermudah penggunaan perangkat elektronik di berbagai bidang.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Platform ini tidak hanya mencakup perangkat keras (hardware) tetapi juga perangkat lunak (software) yang mudah digunakan.

Dengan konsep open source, pengguna dapat mengakses, memodifikasi, dan mendistribusikan kembali desain dan program Arduino.

Temuan para siswa di Yayasan An-Nur Buuts Palu ini langsung mendapat dukungan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng).

Temuan robot pemanggil siswa berbasis Arduino ini langsung dicatatkan mencatatkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kanwil Kemenkumham Sulteng.

Proses pencatatan ini dilakukan pada Senin pagi (20/11/2023) dalam sebuah upacara bendera bersama seluruh siswa.

Kepala Subbidang Kekayaan Intelektual (Kasubid KI) Kanwil Kemenkumham Sulteng, I Nyoman Sukamayasa, bersama operator permohonan KI, menyerahkan sertifikat pencatatan Hak Cipta secara langsung kepada Kepala Yayasan An Nur Buuts Palu, H. Limrah.

Proses pencatatan ini diumumkan dalam suasana penuh kegembiraan selama upacara bendera.

Kasubid KI menyatakan kebanggaannya karena robot berbasis Arduino ini termasuk dalam Hak Cipta jenis program komputer.

Ia menganggap bahwa pencatatan ini membuktikan bahwa pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual dapat merambah hingga ke siswa-siswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.

 “Terima kasih sebesar-besarnya. Ini sangat kami syukuri bahwa apa yang kita inginkan, agar calon pemimpin bangsa kita mengenal apa itu HKI, telah terwujud. Terasa besar ketertarikan mereka semua, seperti Robot yang diciptakan ini, tentunya mereka semua terlibat langsung didalamnya,” ujar Kasubid KI.

H. Limrah, selaku Kepala Yayasan An Nur Buuts Palu, mengapresiasi dukungan dari Kanwil Kemenkumham Sulteng yang telah membantu dalam proses perlindungan hukum terhadap ciptaan robot tersebut.

Ia berkomitmen untuk terus mendukung program layanan HKI yang digaungkan oleh Kanwil Kemenkumham Sulteng.

 “Bersyukur sekali. Semoga apa yang kami perjuangkan, apa yang kami hasilkan dapat terus ditingkatkan, utamanya bagi tumbuh kembang mereka semua. Kita mau anak-anak ini memiliki kecerdasan dan akhlak yang baik, tentu kita harus bersatu untuk menyempurnakan hal itu. Layanan KI akan kita edukasikan kepada mereka semua,” ucapnya.

Dalam suasana kegembiraan, para operator KI, yang juga dikenal sebagai Guru Kekayaan Intelektual (RuKI), memberikan edukasi dan pemahaman kepada seluruh siswa An-Nur Buuts Palu.

Mereka tidak hanya menyerahkan sertifikat, tetapi juga memberikan motivasi agar siswa lebih giat belajar, menghargai, dan melindungi setiap karya yang telah tercipta, baik milik mereka sendiri maupun milik orang lain.***