Sulawesi Tengah

Festival Media Hijau, Dorong Kesadaran Jurnalis dan Media dalam Perubahan Iklim dan Energi Terbarukan

22
×

Festival Media Hijau, Dorong Kesadaran Jurnalis dan Media dalam Perubahan Iklim dan Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini

PALU, Kabar Selebes – Tiga organisasi jurnalis dan media di Kota Palu Sulawesi Tengah menyelenggarakan Festival Media Hijau dengan tema “Aksi Media untuk Perubahan Iklim dan Energi Baru Terbarukan.”

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat unsur Forkopimda, seperti Bupati Sigi Moh Irwan, Kepala Dinas Kehutanan Sulteng Muh Neng, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Djoko Wienartono, dan Anggota DPRD Palu Rusman Ramli.

Festival ini berlangsung selama 2 hari dan dipusatkan di Taman GOR, Jalan Moh Hatta, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Beberapa perwakilan dari sponsor juga turut hadir, seperti Corporate Communication Manager DSLNG, Andhika Paramandana, dan perwakilan dari PT Citra Palu Minerals (CPM), Amran Amier.

Muhammad Sharfin, Ketua Panitia Festival Media 2023, mengungkapkan bahwa tema “Hijau” diusung sebagai respons kalangan jurnalis di Sulawesi Tengah terhadap isu perubahan iklim. Festival ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga organisasi pers di Sulteng, yaitu Ikatan Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

“Ini momen baik bagi semua pihak, terutama kalangan jurnalis di Sulteng untuk mengetahui perubahan-perubahan lingkungan dan adaptasi yang perlu dilakukan,” kata Sharfin.

Hendra, Ketua IJTI Sulteng, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan pihak lain yang telah mendukung terselenggaranya festival media ini. Dia menyebut festival media ini sebagai mimpi besar bagi para jurnalis di Sulawesi Tengah, dengan harapan akan menjadi lebih meriah pada tahun-tahun berikutnya.

Sekretaris AMSI Sulteng, Abdee Mari, menyebut bahwa perubahan iklim telah menjadi isu utama secara global. Tema “Hijau” diusung dengan harapan agar semua pihak memberikan perhatian terhadap perubahan iklim yang memiliki dampak luas dan masif pada kehidupan manusia.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Moh Irwan mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, menilai bahwa media memiliki peran penting dalam mengawasi kebijakan pemerintah. Meskipun terdapat lembaga pengawas formal, peran pers tetap dibutuhkan, terutama dalam mengawal kebijakan-kebijakan strategis terkait kelestarian lingkungan.

“Pertambangan di Indonesia, terutama di Sulteng, memiliki nilai penting untuk pendapatan asli daerah. Namun, ruang-ruang manajemen lingkungan juga menjadi penting. Kita tidak ingin menyimpan bom waktu bagi anak cucu kita,” ungkap Irwan.

Irwan berharap media dapat menjadi sarana pengontrol yang efektif dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan. “Kami berharap media tidak hanya menjadi tagline. Peran media dalam konsep ini menjadi sebuah tindakan, berkomunikasi dengan pihak-pihak yang mengelola nilai ekonomi sehingga terjadi kolaborasi yang baik. Kita tidak ingin terjadi benturan. Di sini media menjadi penyeimbang,” tambah Irwan.