Sulawesi Tengah

Berduka atas Musibah di PT. ITSS, Gubernur Rusdy Mastura minta Perusahaan Penuhi Hak Korban

41
×

Berduka atas Musibah di PT. ITSS, Gubernur Rusdy Mastura minta Perusahaan Penuhi Hak Korban

Sebarkan artikel ini
Aktivitas karyawan kembali berangsur normal pascakecelakaan kerja jam 06.15 WITA di pabrik ferrosilikon PT ITSS yang berada di kawasan IMIP.(Foto: IMIP)

PALU, Kabar Selebes — Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura, menyampaikan rasa dukacita dan belasungkawa yang mendalam atas korban meninggal akibat ledakan tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Kawasan IMIP, pada Minggu (24/12/2023).

Gubernur Rusdy Mastura berharap agar perusahaan dapat memastikan pemenuhan hak-hak karyawan yang menjadi korban meninggal maupun korban luka yang saat ini dirawat intensif.

BACA JUGA :  Kapolda Sulteng cek Pos Ops Ketupat Tinombala 2023 di Morowali

“Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Semoga perusahaan dapat memastikan bahwa hak-hak karyawan terpenuhi, baik bagi yang meninggal maupun yang sedang dalam perawatan intensif. Kami berharap agar perusahaan bersikap kooperatif dengan tim investigasi yang turun ke lokasi untuk mengungkap penyebab ledakan. Semoga kejadian tragis ini tidak terulang, dan kami mengharapkan penanganan yang memastikan hak-hak karyawan,” ujar Rusdy Mastura.

BACA JUGA :  KTN Morowali Diresmikan, Mitra Deradikalisasi Dapat Bersinergi

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah, Arnold Firdaus, mengkonfirmasi melalui WAG Pemprov bahwa tim dari Dinas Tenaga Kerja telah bergerak ke lokasi pada pagi hari (Sabtu, 24/12) untuk melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

“Kami telah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pengawasan Tenaga Kerja dan Direktur Pemeriksaan Kementerian Tenaga Kerja RI. Tim dari Kementerian akan segera turun untuk melakukan investigasi bersama,” ungkap Arnold.

BACA JUGA :  Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, Wabup Morowali: Maulid Adalah Bulan Kesejahteraan dan Kebahagiaan

Arnold menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkomunikasi dengan PT. IMIP dan menekankan bahwa penanganan korban serta pemenuhan hak-hak mereka harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan.

“Terutama terkait hak-hak tenaga kerja, Tim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali telah berkoordinasi dengan manajemen IMIP dan rumah sakit untuk penanganan korban,” tambah Arnold.**