Sulawesi Tengah

AGRA Minta Investigasi Independen pada tragedi Kecelakaan Kerja di PT. ITSS Morowali

51
×

AGRA Minta Investigasi Independen pada tragedi Kecelakaan Kerja di PT. ITSS Morowali

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Mohomad Ali

PALU, Kabar Selebes – Ketua Umum Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Mohomad Ali, mengungkapkan keraguan terhadap obyektivitas investigasi yang dilakukan oleh Internal PT. ITSS dan IMIP terkait kecelakaan di perusahaan tersebut.

Kejanggalan muncul ketika perusahaan meralat kronologis kejadian dari ‘terjadi ledakan’ menjadi ‘tidak terjadi ledakan, hanya kebakaran’, sesuai dengan pernyataan Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan dalam rilis resmi perusahaan.

Ali menegaskan bahwa kecelakaan ini bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan tragedi serius yang membutuhkan perhatian serius.

“Oleh karena itu, kami menuntut adanya investigasi independen yang melibatkan pihak-pihak eksternal, seperti KOMNAS HAM, ILO, dan Pemerintah, agar dapat memastikan transparansi dan keadilan dalam penelitian,” kata Ali dalam siaran persnya, Senin (25/12/2023).

BACA JUGA :  Pemda, TNI dan Polri Rayakan Natal Bersama

Salah satu sorotan utama Ali adalah intimidasi yang dilakukan oleh IMIP terhadap buruh untuk menjaga kejadian ini tetap tertutup. Ancaman PHK membuat buruh merasa takut untuk memberikan keterangan, menghambat proses investigasi. Ali menekankan bahwa IMIP dan PT. ITSS harus terbuka terhadap investigasi dari Serikat Buruh dan masyarakat sipil.

Kejadian ini, menurut Ali, harus menjadi titik evaluasi menyeluruh atas perusahaan-perusahaan di kawasan IMIP.

BACA JUGA :  Mantan Sekdis Transnaker Morowali Gabung ke NasDem, Terpanggil Perjuangkan Hak Masyarakat

“Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia dan hukum ketenagakerjaan harus menjadi prioritas. Kami mendesak perusahaan untuk menerapkan standar K3 yang baik, memberikan pelatihan berkala, menyediakan APD berkualitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman,” lanjutnya.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, dugaan kesalahan penerapan prosedur operasional dalam perbaikan tungku menjadi penyebab ledakan. Ali juga mencatat kurangnya jalur evakuasi yang memadai, yang menyebabkan kesulitan bagi buruh untuk menyelamatkan diri.

Ali mengecam tekanan, ancaman sanksi, dan denda yang dialami buruh selama ini. Aturan yang rendah standar, baik nasional maupun internasional, telah menyebabkan banyak pelanggaran. Pemerintah juga tidak luput dari kritikan Ali, yang menilai pemerintah bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam melindungi buruh.

BACA JUGA :  Rencana Pembangunan KTN di Morowali, Sekda: Seluruh Komponen Terus Pertajam Sinergitas

Ali menutup pernyataannya dengan menyoroti peran pihak asing, termasuk pemilik saham mayoritas dan lembaga keuangan Tiongkok yang mendanai proyek ini.

Mereka diingatkan untuk bertanggung jawab atas hak asasi manusia, termasuk hak buruh, dan tidak memberikan dukungan ke bisnis dengan praktik yang merugikan, seperti yang terungkap dalam tragedi di PT. ITSS.***