Sulawesi Tengah

Caleg Palu Barat ini Damaikan Pertikaian di Pasar Inpres Manonda

32
×

Caleg Palu Barat ini Damaikan Pertikaian di Pasar Inpres Manonda

Sebarkan artikel ini
Editor: Abdee Mari
Ketua GMPI Kota Palu, Amat Banjir (jaket hitam), mendampingi korban saat melakukan pencabutan laporan polisi,

PALU, Kabar Selebes – Pertikaian yang terjadi di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 19 Agustus 2023 lalu, akhirnya berakhir damai.

Kedua belah pihak yang terlibat, yaitu keluarga Alimuddin alias Gondrong dan keluarga pelaku, telah mencabut laporan polisi.

Kesepakatan damai tersebut ditandatangani di Mapolresta Palu, Rabu (10/1/2024).

Alimuddin, yang menjadi salah satu korban luka dalam peristiwa itu, mengatakan bahwa ia memilih jalur restorative justice demi kepentingan masyarakat umum.

“Kami memilih jalan damai. Kami berharap tidak ada lagi dendam antara keluarga, dan kita dapat hidup rukun. Tidak ada gunanya bertikai,” tegas Alimuddin.

Sementara itu, Ketua GMPI Kota Palu, Amat Banjir, yang mendampingi korban saat melakukan pencabutan laporan polisi, mengapresiasi upaya yang dilakukan seluruh pihak selama masa mediasi proses hukum kasus itu.

Amat Banjir yang juga calon legislative (caleg) Palu Barat ini berharap, kesepakatan damai itu diikuti upaya pencegahan konflik antarwarga yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Saya tadi menyampaikan kepada Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, untuk mendukung pembentukan forum komunikasi tokoh masyarakat di wilayah itu dan Alhamdulillah beliau setuju,” tutur Amat Banjir.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengatakan, setelah kesepakatan damai dilakukan, pihaknya akan tetap berperan aktif memberikan bantuan kepada korban dan keluarganya.

“Kami akan memberikan bantuan pemilihan ekonomi keluarga, pengobatan, hingga biaya pendidikan untuk anak korban,” kata Hadianto.

Wakapolresta Palu, AKBP Andi Batara Purwacaraka, meminta agar semua pihak berperan aktif dalam menjaga perdamaian di wilayah itu.

“Ini jadi pelajaran berharga, Insya Allah tidak terulang kembali,” tuturnya.

Sebagai informasi, pertikaian yang terjadi di Pasar Inpres Manonda itu bermula dari selisih paham antara dua orang pedagang. Pertikaian tersebut kemudian melibatkan keluarga kedua pedagang.

Dalam peristiwa itu, dua orang mengalami luka-luka, salah satunya Alimuddin alias Gondrong.