Sulawesi Tengah

Eks Narapidana Terorisme Kini Jual Beli Motor Bekas di Poso

90
×

Eks Narapidana Terorisme Kini Jual Beli Motor Bekas di Poso

Sebarkan artikel ini
Penulis: RifEditor: Abdee Mari
Riswan alias Abu Alif

POSO, Kabar Selebes – Riswan alias Abu Alif, yang sebelumnya dikenal sebagai Riswan Bin Lasong, merupakan mantan narapidana teroris yang baru-baru ini dinyatakan bebas setelah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun.

Riswan ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri pada 29 Desember 2019 karena terlibat dalam beberapa aksi terorisme, termasuk pengantar logistik untuk kelompok MIT Poso di bawah pimpinan mendiang Ali Kalora.

BACA JUGA :  Mantan Napiter Kelompok MIT Poso ini Jualan Ayam Bangkok di Pasar

Setelah bebas pada 23 Desember 2022, Riswan kini terlibat dalam bisnis jual beli motor bekas di wilayah Poso. Meskipun aktivitasnya yang lain belum jelas, Riswan tetap menjaga hubungan dengan simpatisan paham radikal dan eks narapidana lainnya di Poso.

Ketika ditemui oleh tim, Riswan menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas kunjungan mereka ke kediamannya di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota. Dia berharap kunjungan tersebut tidak hanya sekali ini saja, tetapi sering dilakukan untuk mempererat hubungan dan membantu menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Poso yang semakin aman.

BACA JUGA :  Kontak Tembak di Poso, Satu Anggota Satgas Tinombala Terkena Tembak

Riswan menekankan bahwa keputusannya untuk kembali ke lingkungan masyarakat adalah untuk menjalani hidup bersama keluarganya dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjual dan membeli motor bekas. Dia juga menyadari kesalahan yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Riswan berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham radikal di wilayah Poso, terutama di kalangan remaja dan generasi milenial.

BACA JUGA :  Ratusan Personel Satgas Madago Raya di Poso dapat Pendampingan Psikologi dari SSDM Polri

Riswan mengaku bahwa pengalamannya di dalam penjara telah menjadi pelajaran berharga baginya, dan dia berharap dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Dia berjanji untuk selalu mendukung kebijakan pemerintah dan berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Poso.(**)