Nasional

Pupuk Kaltim Dukung Optimalisasi Pertanian Kakao di Kolaka Utara

47
×

Pupuk Kaltim Dukung Optimalisasi Pertanian Kakao di Kolaka Utara

Sebarkan artikel ini
Editor: Abdee Mari
. Pupuk Kaltim telah mengalokasikan pupuk terbesar di Sulawesi Tenggara untuk daerah ini, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pertanian kakao.

KOLAKA UTARA, Kabar Selebes – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat fokusnya pada optimalisasi sektor pertanian kakao sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, terutama di Indonesia bagian timur.

Dalam rangka ini, Pupuk Kaltim tidak hanya menyediakan pupuk khusus untuk kakao, melainkan juga menyelenggarakan berbagai program pendampingan dan edukasi bagi para petani guna memanfaatkan potensi komoditas tersebut secara maksimal.

Indah Febrianty, VP Marketing Business Partner Korporasi (MBPK) Pupuk Kaltim, menyoroti potensi pertanian kakao di wilayah timur Indonesia yang sangat menjanjikan, dengan beberapa daerah menjadi sentra kakao nasional yang memiliki kapasitas produksi tinggi. Untuk itu, Pupuk Kaltim telah mengambil langkah strategis dengan merancang formula khusus Pupuk Kakao NPK Pelangi untuk mendukung pengembangan produktivitas kakao.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus perhatian adalah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, yang memiliki produktivitas kakao terbaik. Pupuk Kaltim telah mengalokasikan pupuk terbesar di Sulawesi Tenggara untuk daerah ini, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pertanian kakao.

BACA JUGA :  Gunakan NPK Pelangi JOS, Hasil Kentang Modoinding Minahasa Selatan Naik 55 Persen

“Pupuk Kaltim sangat mendukung kesinambungan upaya bersama Pemerintah dalam mendorong produktivitas kakao di Kolaka Utara, sehingga komoditas ini dapat semakin dimaksimalkan,” ucap Indah Febrianty, Selasa (13/2/2024).

Pupuk Kaltim juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang melibatkan para petani, seperti Festival Cokelat Kolaka Utara yang diselenggarakan pada Desember 2023 lalu. Melalui festival ini, Pupuk Kaltim tidak hanya memperkenalkan produk unggulan seperti Pupuk Kakao NPK Pelangi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola pemupukan dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Selain produk subsidi, Pupuk Kaltim juga telah merancang produk non-subsidi yang diformulasikan khusus untuk tanaman perkebunan, termasuk kakao. Produk ini didasarkan pada riset dan pengembangan yang cermat, dengan tujuan meningkatkan produktivitas tanaman dan daya dukung lahan terhadap tantangan lingkungan.

BACA JUGA :  Pacu Dekarbonisasi di Industri Pupuk, PKT Targetkan Penekanan Emisi Karbon Hingga 38% di 2040

“Melibatkan teknologi dan inovasi terkini, Pupuk Kaltim memastikan bahwa Pupuk Kakao NPK Pelangi tidak hanya memberikan nutrisi esensial bagi pertumbuhan kakao, tapi juga terhadap peningkatan kualitas dan hasil panen. Begitu pun produk nonsubsidi, dirancang untuk memberikan solusi yang lebih holistik dan efektif dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman,” terang Indah.

Partisipasi Pupuk Kaltim dalam pengembangan sektor pertanian kakao Kolaka Utara bukan hanya kontribusi semata, melainkan juga manifestasi konkret dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian di daerah tersebut. Dengan melibatkan teknologi dan inovasi terkini, Pupuk Kaltim bertujuan untuk memberikan solusi yang holistik dan efektif dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Pihak berwenang setempat, termasuk Pejabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding, menyambut baik dukungan Pupuk Kaltim sebagai langkah penting dalam mendorong produktivitas kakao di daerah mereka.

BACA JUGA :  Kinerja JBP Optimal, PKT Beri Reward kepada Distributor dan Kios Wilayah Kaltim Kaltara

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan swasta dianggap sangat penting untuk optimalisasi sektor pertanian daerah, yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan petani.

“Komitmen kami adalah terlibat secara konkret dalam memajukan sektor pertanian dan perkebunan dengan berbagai upaya, sehingga potensi komoditas di Kolaka Utara bisa semakin dimaksimalkan,” ujar Sukanto Toding.

Diharapkan sinergi antara Pupuk Kaltim dan pemerintah daerah Kolaka Utara akan berlanjut secara berkelanjutan, tidak hanya terkait penyediaan pupuk yang memadai, tetapi juga dalam meningkatkan kapasitas petani dan pelaku pertanian di daerah tersebut.

Hal ini diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi kakao Kolaka Utara seiring dengan peningkatan kapasitas petani dan pelaku pertanian setempat.***