Sulawesi Tengah

Akademisi Untad Dorong Pembangunan Pabrik Sawit di Sulteng

65
×

Akademisi Untad Dorong Pembangunan Pabrik Sawit di Sulteng

Sebarkan artikel ini
Editor: Abdee MariSumber Berita
Mohamad Ahlis Djirimu, seorang akademisi dari Universitas Tadulako Palu (tengah) berpose dengan managemen PT Astra Agro Lestrai.(Foto: Metro Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Mohamad Ahlis Djirimu, seorang akademisi dari Universitas Tadulako Palu, menyuarakan pentingnya pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Ahlis, Sulteng memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan sawit, terutama dengan adanya tujuh kabupaten yang menjadi sentra perkebunan sawit di provinsi tersebut. Produksi kelapa sawit yang mencapai lebih dari 370.335 ton (BPS 2022) menandakan pentingnya memanfaatkan komoditas ini secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung perekonomian daerah.

BACA JUGA :  Disbunak Sulteng sebut Industri Kelapa Sawit tingkatkan kesejahteraan masyarakat

“Sulawesi Tengah merupakan salah satu proyek strategis nasional, dan pengembangan sektor perkebunan sawit dapat menjadi salah satu upaya untuk mendiversifikasi ekonomi daerah,” ungkap Ahlis.

Dia menyoroti fakta bahwa buah sawit dari Sulteng saat ini umumnya diolah di luar daerah, yang berpotensi mengurangi nilai tambah. Oleh karena itu, Ahlis mendorong pemda setempat untuk membangun kolaborasi dengan investor sektor perkebunan sawit guna mengembangkan komoditas ini hingga pada tahap hilirisasi, yaitu dari bahan mentah menjadi produk siap pakai.

BACA JUGA :  Disbunak Sulteng sebut Industri Kelapa Sawit tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Lebih lanjut, Ahlis menekankan pentingnya persiapan dari segi lahan dan tenaga kerja untuk mendukung pembangunan pabrik sawit di Sulteng. Dia menyarankan agar pemda bekerja sama dengan pihak swasta dalam menyiapkan lahan dan membuka sekolah kejuruan perkebunan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten.

“Pembangunan pabrik sawit di Sulteng bukan hanya akan memberikan nilai tambah bagi komoditas tersebut, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kementan Genjot Produksi Jagung Melalui Program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (KESATRIA)

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit melalui penanaman kembali lahan sawit, dengan alokasi anggaran yang signifikan. Ahlis berharap bahwa pemda Sulteng dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan sektor perkebunan sawit dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.(ant)