Sulawesi Tengah

Bantuan Bedah Rumah Kemensos Untuk Ni Wayan Sukarniasih di Sausu Parigi Moutong Tidak Sesuai Target Mensos

61
×

Bantuan Bedah Rumah Kemensos Untuk Ni Wayan Sukarniasih di Sausu Parigi Moutong Tidak Sesuai Target Mensos

Sebarkan artikel ini
Penulis: NurlelaEditor: Abdee Mari
Pekerja sedang merampungkan pekerjaan lantai dapur Ni Nyoman Sukarniasih, Jumat (5/4/2024) (FOTO : Nurlela/kabarselebes.id)

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Bantuan bedah rumah dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Ni Nyoman Sukarniasih, lanjut usia miskin bersama anak dan cucunya di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, belum rampung dan tidak sesuai yang ditargetkan Menteri Sosial (Mensos).

Pantauan Kabarselebes.id pada Jumat (5/4/2024) lantai dapur masih dalam tahap perampungan. Ruang keluarga dan kamar tidur belum diplester.

Sementara Menteri Sosial Mensos) Tri Rismaharini saat melihat langsung kondisi rumah Ni Nyoman Sukarniasih beberapa waktu lalu menargetkan bedah rumah tersebut selesai sebelum Ramadhan.

Pekerja sedang merampungkan pekerjaan lantai dapur Ni Nyoman Sukarniasih, Jumat (5/4/2024) (FOTO : Nurlela/kabarselebes.id)

Anggaran bedah rumah dari Kemensos sebesar Rp20 juta dipakai untuk membangun dapur dan fasilitas kamar mandi.

Sementara bantuan Parisade Hindu Darma Indonesia (PHDI) untuk membangun badan rumah dengan fasilitas ruang tamu plus ruang keluarga dan dua kamar tidur.

Ni Nyoman Sukarniasih, mengaku sangat senang karena tak lama lagi ia dan keluarganya akan menempati rumah baru yang layak huni.

Selama puluhan tahun Ni Nyoman Sukarniasih dan keluarganya tinggal di rumah nyaris roboh dan sangat kumuh, tanpa kamar mandi.

Kunjungan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, ke Desa Sausu Trans, memberinya harapan hidup layak. Dimana ia dan keluarganya bisa menempati rumah layak huni.

Selain bedah rumah, Mensos Tri Rismaharini juga memberikan bantuan kandang dan empat ekor kambing serta bibit durian dan alpukat.

Ia menguncapkan rasa terimakasihnya kepada Mensos Tri Rismaharini dan PHDI yang telah memberinya kehidupan yang layak setelah puluhan tahun merasakan himpitan ekonomi yang begitu ekstrim.

“Senang, terimaksih, terimakasih,” ucap Ni Wayan Sukarniasih sambil menyatukan kedua tangan di dadanya sebagai wujud syukur atas bantuan yang ia dapatkan.