Sulawesi Tengah

2.259 Narapidana dan Anak Binaan dapat Remisi Khusus Idul Fitri dari Kakanwil Kemenkumham Sulteng

30
×

2.259 Narapidana dan Anak Binaan dapat Remisi Khusus Idul Fitri dari Kakanwil Kemenkumham Sulteng

Sebarkan artikel ini
Editor: Abdee Mari
Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Hermansyah Siregar saat bertemu sejumlah keluarga yang mengunjungi narapidana

PALU, Kabar Selebes – Acara pemberian remisi khusus Idul Fitri 1445 Hijriah di Lapas Kelas IIA Palu menjadi momen bersejarah bagi 2.259 narapidana dan anak binaan di Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng, Hermansyah Siregar, membacakan sambutan Menteri Yasonna H. Laoly, yang menyampaikan penghargaan pemerintah atas usaha mereka dalam memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.

Hermansyah menjelaskan bahwa remisi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perubahan perilaku para narapidana dan anak binaan. Dari total penerima remisi, 2.244 orang merupakan narapidana dan 15 orang adalah anak binaan. Remisi yang diberikan bervariasi mulai dari 15 hari hingga 2 bulan.

Selain remisi, pemerintah juga memberikan pembebasan bersyarat (PB) kepada 10 orang dan cuti menjelang bebas (CMB) kepada 20 orang di Sulteng. Hermansyah berharap bahwa langkah-langkah ini dapat menjadi momentum bagi para narapidana dan anak binaan untuk kembali ke masyarakat dan hidup normal.

“Pemberian remisi ini bukanlah hadiah, tapi hak yang diberikan kepada narapidana dan anak binaan yang telah memenuhi persyaratan. Saya harap ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berbenah diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Hermansyah dalam sambutannya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kadiv Pemasyarakatan, Ricky Dwi Biantoro, Ka. Lapas Palu, Gunawan, Ka. LPKA Palu Revanda Bangun, serta perwakilan dari narapidana dan anak binaan. Semangat untuk memperbaiki diri dan mengubah kehidupan positif terus ditanamkan, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai momentum perayaan, tetapi juga sebagai ajang refleksi dan harapan baru bagi mereka yang ingin memulai kembali.***