Sulawesi Tengah

Daerah Rawan Pangan Meningkat di Tahun 2023, Pemprov Sulawesi Tengah Terapkan Tetra Pandu

499
×

Daerah Rawan Pangan Meningkat di Tahun 2023, Pemprov Sulawesi Tengah Terapkan Tetra Pandu

Sebarkan artikel ini
Editor: Firsha
Pemprov Sulteng menggelar Inovasi Sektor Pangan berupa Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu (Tetra Pandu).

PALU, Kabar Selebes – Jumlah daerah rawan pangan di Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami peningkatan di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022. Berdasarkan data dari Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Sulteng 2023, terdapat 25 kecamatan yang masuk kategori rawan pangan prioritas 1, naik dari 4 kecamatan di tahun 2022.

Kenaikan ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, salah satunya adalah letak geografis daerah yang sulit dijangkau karena infrastruktur yang belum memadai. Hal ini menyebabkan akses terhadap pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) menjadi rendah.

Menanggapi situasi ini, pemerintah daerah menerapkan Inovasi Sektor Pangan berupa Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu (Tetra Pandu). Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan distribusi pangan kepada masyarakat dengan jumlah yang cukup, aman, bermutu, dan terjangkau, serta menurunkan angka daerah rawan pangan di Sulteng.

BACA JUGA :  Penuhi Kekurangan, Bulog Sulteng Datangkan 200 Ton Gula Pasir

Tetra Pandu memiliki empat konsep utama:

  1. Terminal Pangan: Mengatasi tingginya harga pangan, rendahnya diversifikasi pangan, dan merampingkan tata niaga serta memotong rantai pasok tengkulak.
  2. Transportasi Pangan: Mengatasi permasalahan pola distribusi pangan, kecukupan konsumsi pangan sesuai jumlah kalori per kapita, pemenuhan skor pola pangan harapan, dan mempercepat akses pangan.
  3. Keterpaduan Pangan: Mengatasi permasalahan sektoral penanganan pangan, keterpaduan tugas dan fungsi penyediaan, ketersediaan, kecukupan, keterjangkauan & pengawasan pangan.
  4. Keterpaduan Sasaran: Memilih lokasi pilot project di daerah prioritas rawan pangan yang bersinggungan dengan daerah kemiskinan ekstrim, stunting, desa tertinggal, dan lainnya.
BACA JUGA :  Akibat Sengketa Aset, Pembangunan Taman Hutan Kota Palu Terhenti dan Terbengkalai

Program ini akan dilaksanakan di 5 desa prioritas I (sangat rawan), yaitu:

  • Desa Walandano di Kabupaten Donggala
  • Desa Labuan di Kabupaten Poso
  • Desa Toyado di Kabupaten Poso
  • Desa Silanca di Kabupaten Poso
  • Desa/Pulau Bambu di Kabupaten Tojo Una-Una

Penetapan desa-desa tersebut berdasarkan SK Gubernur Sulteng No. 500.6.1/15.1/Bappeda-G.ST/2024 tentang Penetapan Desa Percontohan Inovasi Terminal dan Transportasi Pangan Terpadu Tahun 2024.

BACA JUGA :  Perkuat Partisipasi Masyarakat, DPMPTSP Sulteng Gelar Monitoring serta Evaluasi SKM dan FKP Tahun 2023

Terdapat 20 institusi yang terlibat dalam Inovasi Tetra Pandu, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sulteng, Dinas Koperasi & UMKM Sulteng, Dinas Kesehatan Sulteng, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sulteng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulteng, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng. Inisiatif ini digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng.

Inovasi Tetra Pandu diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di Sulteng dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah rawan pangan.***