Tutup
Sulawesi Tengah

Menyesal Terlibat Kelompok Teroris MIT, Mantan Napiter Akhirnya Bantu Polisi Tangkal Radikalisme di Sigi

×

Menyesal Terlibat Kelompok Teroris MIT, Mantan Napiter Akhirnya Bantu Polisi Tangkal Radikalisme di Sigi

Sebarkan artikel ini
Ansar Muhammad alias Anca

SIGI, Kabar Selebes – Ansar Muhammad alias Anca, mantan narapidana teroris, kini berkomitmen untuk membantu aparat kepolisian dalam menangkal dan meminimalisir penyebaran paham radikal di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Anca sebelumnya ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri karena terlibat dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan menjalani hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan di Lapas Kelas IIA Watampone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Ia mendapatkan remisi umum dan bebas pada 17 Agustus 2017.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Ansar Muhammad mengungkapkan penyesalannya atas keterlibatannya dengan kelompok MIT.

“Saya menyesal telah terlibat dalam kegiatan MIT, yang mana tindakan tersebut melanggar hukum dan merugikan warga di wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Parimo, dan Kabupaten Sigi,” ujarnya, Selasa (21/5/2024).

Kini, Anca berusaha menebus kesalahannya dengan aktif membantu aparat kepolisian dalam upaya deradikalisasi di wilayahnya.

“Saya siap membantu polisi untuk menangkal dan meminimalisir penyebaran paham radikal di Kecamatan Marawola,” tambahnya.

Sejak keluar dari penjara, Anca telah beralih fokus pada usaha yang lebih

produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia kini menjalankan sebuah bengkel motor di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

“Saya sudah tidak lagi mengikuti kegiatan taklim yang bersifat radikal atau menentang program pemerintah. Saat ini, saya fokus mengembangkan usaha bengkel motor saya untuk menghidupi keluarga,” jelas Anca.

Keputusan Anca untuk beralih ke usaha bengkel motor merupakan bagian dari upayanya untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan positif. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih konstruktif bagi komunitasnya dan mencegah orang lain terjerumus ke dalam paham radikal.

Kepolisian setempat menyambut baik perubahan sikap dan komitmen Anca. Mereka berharap bahwa pengalaman dan kesadaran Anca dapat menjadi contoh bagi mantan narapidana teroris lainnya dan membantu upaya pemerintah dalam menangani radikalisme di Indonesia.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Ansar Muhammad kini berdedikasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya serta mempromosikan kehidupan yang damai dan sejahtera bagi semua warga.(***)