Tutup
Sepakbola Indonesia

Tidak Dipungut Biaya, Turnamen Sepakbola Ahmad Ali Cup Bolehkan Tiket untuk Tujuan Sosial

×

Tidak Dipungut Biaya, Turnamen Sepakbola Ahmad Ali Cup Bolehkan Tiket untuk Tujuan Sosial

Sebarkan artikel ini
Turnamen sepak bola rakyat se-Sulawesi Tengah, Ahmad Ali Cup (AAC) 2024, Zona IV Kelurahan Tipo, Kecamatan Palu Barat Ulujadi resmi dibuka pada Rabu (22/5/2024).

PALU, Kabar Selebes – Ketua Panitia Penyelenggara Turnamen Sepakbola Ahmad Ali Cup (AAC) 2024, Abdul Rahman, menyatakan bahwa kegiatan AAC tidak memungut karcis masuk.

Namun, beberapa zona telah meminta izin untuk memungut karcis dengan tujuan sosial.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Abdul Rahman menekankan agar pungutan tersebut tidak memberatkan masyarakat, seperti di Bonoege, di mana karcis sebesar Rp. 3.000 sudah termasuk biaya parkir.

“Seluruh pendapatan dari karcis ini akan digunakan untuk tujuan sosial,” kata Umang, sapaan akrabnya, Senin (3/6/2024).

AAC Provinsi sendiri menyiapkan bonus sebesar Rp. 20 juta untuk setiap zona, ditambah dengan subsidi baju panitia, baliho lapangan, bola, serta kostum pemain yang awalnya diberikan kepada dua tim terlebih dahulu.

Seperti halnya pertandingan sepak bola AAC di Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong yang didanai oleh bakal calon gubernur Sulteng Ahmad Ali.

Oleh panitia dan pemerintah desa setempat juga sudah meminta ijin kepada panitia untuk memungut tiket untuk pembangunan masjid.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali, yang juga bakal calon Gubernur Sulteng membenarkan adanya pungutan tiket pada turnamen AAC di Ampibabo.

“Memang kami tidak memungut tiket atau kami menggratiskan semua pertandingan sepakbola AAC. Namun beberapa daerah meminta ijin untuk memungut tiket untuk sosial,” kata Ahmad Ali.

Dia menyebut, di Ampibabo sendiri panitia setempat sudah meminta ijin untuk melakukan ticketing karena mereka akan membangun masjid.

“Kalau untuk hal-hal yang berbau kepentingan publik apa salahnya? Apalagi ini untuk pembangunan masjid,” tandas Ahmad Ali.

Namun dia meminta kepada semua panitia di masing-masing zona untuk tidak memungut tiket jika tidak ada hal-hal yang berbau kepentingan publik. Apalagi hanya untuk kepentingan pribadi.

“Kalau ada kepentingan publik tidak masalah asal yang memberatkan warga,” tutupnya.(abd)