Tutup
Sulawesi Tengah

Satpol PP Tolitoli Gerebek Rumah Kosong, Temukan Pelajar Bolos,  Konsumsi Miras dan Berbuat Mesum

×

Satpol PP Tolitoli Gerebek Rumah Kosong, Temukan Pelajar Bolos,  Konsumsi Miras dan Berbuat Mesum

Sebarkan artikel ini
Penulis: Abdee Mari
Tangkapan layar pelajar membuat video mesum diduga di Tolitolit.(WAG)

TOLITOLI, Kabar Selebes – Sebuah video viral di media sosial mengejutkan masyarakat Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Video tersebut memperlihatkan sekelompok pelajar SMP dan SMA yang bolos sekolah dan diduga mengonsumsi minuman keras di sebuah rumah kosong.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Menurut Kepala Satpol PP Tolitoli, Nur Alam, insiden ini terungkap setelah warga setempat melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di rumah kosong tersebut kepada pihak sekolah.

 “Laporan dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa ada kegiatan anak-anak sekolah yang tidak masuk pada jam sekolah di rumah kosong itu, di Jalan Veteran,” kata Nur Alam dalam wawancara telepon dengan KabarSelebes.ID, Kamis (6/6/2024).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah bekerja sama dengan Satpol PP dan beberapa pihak lainnya untuk melakukan pengecekan.

Saat penggerebekan, petugas menemukan para siswa tidak hanya bolos sekolah tetapi juga sedang mengonsumsi minuman keras cap tikus.

“Informasi awal mereka itu bolos. Setelah itu, dari hasil TKP ditemukan mereka mengonsumsi minuman keras cap tikus,” jelas Nur Alam.

Bahkan, petugas juga menemukan ada yang sedang mabuk karena mengonsumsi obat dan menghirup lem.

Saat penggeledahan lebih lanjut, petugas juga menemukan beberapa siswa dan siswi sedang melakukan tindakan yang tidak pantas.

Dari delapan pelajar yang ditemukan, terdapat dua siswi SMP dan enam siswa SMA.

Para pelajar tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Tolitoli sebelum diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tolitoli untuk penanganan lebih lanjut.

Nur Alam menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar dan mengimbau warga untuk tidak menyebarkan video tersebut demi masa depan para siswa.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tidak membagikan video itu demi masa depan para siswa siswi,” tutup Nur Alam.(abd)