Tutup
Sulawesi Tengah

Dituding Penipu,  Bupati Verna Inkiriwang Santai, Biasa Itu Menjelang Pilkada

×

Dituding Penipu,  Bupati Verna Inkiriwang Santai, Biasa Itu Menjelang Pilkada

Sebarkan artikel ini
Penulis: NurlelaEditor: Abdee Mari
Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang, melayani pertanyaan awak media, usai kegiatan ikrar setia NKRI oleh 18 simpatisan Jamaah Islamiah Poso di Polres Poso, Rabu (12/6/2024) FOTO : Nurlela/KabarSelebes.id

POSO, Kabar Selebes – Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang, menanggapi santai atas tudingan para pendemo yang menyebut dirinya penipu dan pembohong.

Ia menganggap hal itu biasa ketika menjelang pelaksanaan pemilihan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024.

Advertisment
Scroll hingga akhir

“Kalau sudah memasuki Pilkada pasti begitu ya, tambah hot. Apa lagi ada seruan menangkap. Kemudian saya penipu, sejauh ini saya sich tidak bergeming, karena saya tidak merasa menipu. Semua yang diminta disitu telah turun ke masyarakat,” kata Verna Inkiriwang.

Ia menjelaskan, program 500 Usaha Miikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bangkit Mandiri telah dilaksanakan.

“Ndak mungkin sekitar 250 ribu masyarakat Poso menerima bantuan UMKM. Karena Programnya terbatas tentu kepada UMKM yang kita mandirikan, kita bangkitkan,” jelasnya.

Ia mengatakan, program seragam sekolah gratis juga sudah dijalankan. Meski demikian, pihaknya mengakui bahwa belum semua murid mendapatkan seragam gratis karena keterbatasan anggaran.

“Untuk seragam sekolah, tahun lalu kita sudah lakukan. Anggarannya terbatas sehingga baru kelas 1 SD dan kelas 1 SMP,” terangnya.

Ia mengatakan, Tahun 2024 murid sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Tanam Kanak-Kanak (TK), SD dan SMP akan menerima seragam sekolah gratis.

“Tahun ini anggaran kita sudah masuk, kita dapat transfer cukup besar karena kita melobi langsung ke pusat,” ucapnya.

Ia mengaku sangat bersyukur karena tahun ini program seragam sekolah gratis bisa dijalankan secara penuh. Sementara untuk tingkat SMA merupakan kewenangan pemerintah Provinsi.

“Kami bersyukur program ini ada jalannya sehingga kita bisa tunaikan full. Ada yang bilang SMA kok tidak, itu terkait kewenangan, kita tidak bisa masuk melampaui kewenangan Provinsi,” ucapnya. 

Sebelumnya, Forum Pembela Masyarakat Cinta Damai Kabupaten Poso, melakukan aksi demo di depan Rumah Jabatan Bupati Poso, pada Senin 10 Juni 2024.

Mereka menyebut Bupati Poso, pembohong, penipu. Karena sejumlah program yang ia janjikan seperti UMKM dan seragam sekolah gratis tidak releaslisasi.

Mereka juga mempertanyakan utang Pemda sebesar Rp.80 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Poso yang baru. (Nur)

Silakan komentar Anda Disini….