Tutup
Nasional

Sapi dari Parigi Moutong Dipilih Jokowi sebagai Calon Hewan Kurban di Sulteng, Berpeluang Didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

×

Sapi dari Parigi Moutong Dipilih Jokowi sebagai Calon Hewan Kurban di Sulteng, Berpeluang Didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Sebarkan artikel ini
Editor: Abdee Mari
Sapi dari Parigi Moutong Dipilih Jokowi sebagai Calon Hewan Kurban di Sulteng

PALU, Kabar Selebes – Seekor sapi seberat hampir 900 kilogram dari Kabupaten Parigi Moutong telah dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah di wilayah Sulawesi Tengah. 

Pemilihan ini menarik perhatian masyarakat, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kakanwil Kemenkumham Sulteng), Hermansyah Siregar.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Hermansyah mengungkapkan bahwa keputusan Presiden memilih sapi dari Parigi Moutong memberikan dampak positif yang signifikan, meningkatkan pengenalan sapi Parimo di tingkat nasional dan internasional.

 Ia juga melihat peluang besar untuk mendaftarkan jenis sapi tersebut sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

“Kami membuka peluang untuk mendaftarkan sapi ini sebagai kekayaan intelektual jenis KIK. Golongan sapi ini bisa termasuk dalam kategori Sumber Daya Genetik (SDG),” kata Hermansyah Siregar.

KIK adalah kekayaan intelektual yang kepemilikannya bersifat komunal dan memiliki nilai ekonomis, dengan menjunjung tinggi nilai moral, sosial, dan budaya bangsa. 

Kepemilikan KIK dapat berupa komunitas asal, masyarakat adat, paguyuban adat, lembaga adat, perhimpunan adat daerah, atau pemerintah daerah/dinas terkait yang melestarikan dan mengembangkan KIK. Beberapa jenis KIK termasuk Ekspresi Budaya Tradisional, Potensi Indikasi Geografis, Pengetahuan Tradisional, hingga Sumber Daya Genetik.

Menurut Hermansyah, sapi Parimo dapat digolongkan sebagai Sumber Daya Genetik, yang mencakup tanaman/tumbuhan, hewan/binatang, jasad renik, atau bagian-bagiannya yang memiliki nilai nyata atau potensial.

Untuk melindungi aset daerah dari pengakuan daerah lain dan meningkatkan pendapatan ekonomi daerah, Hermansyah berencana untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat guna melakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi sapi Parimo sebagai kekayaan intelektual.

“Kami akan membangun koordinasi dengan pihak terkait untuk meneliti potensi KIK ini, dan semoga ini bisa menambah jumlah aset daerah yang telah kita lindungi dalam kekayaan intelektual,” pungkas Hermansyah.***

Silakan komentar Anda Disini….