Tutup
Sulawesi Tengah

Kunjungan Kerja Kemendes dan Kominfosantik Sulteng: Desa Toro Bukti Nyata Keberhasilan Smart Village

×

Kunjungan Kerja Kemendes dan Kominfosantik Sulteng: Desa Toro Bukti Nyata Keberhasilan Smart Village

Sebarkan artikel ini
Editor: Abdee Mari
Smart Village di Desa Toro, Sigi

SIGI, Kabar Selebes – Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana (PPSP) Kementerian Desa, Sofyan Hanafi, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona, melakukan kunjungan kerja ke Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung hasil pelatihan Smart Village yang dilaksanakan pada bulan Mei lalu oleh kelompok kerja Common Room, Roa Jaga Roa, dan Sekolah Internet Komunitas dengan pola kemitraan bersama Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Program Smart Village ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Program ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa, meningkatkan akses informasi, serta memperkuat perekonomian lokal.

Dengan adanya internet, masyarakat dapat melakukan proses pembelajaran secara online dari berbagai platform aplikasi seperti pertanian, perkebunan, perbengkelan, mekanisasi, dan penjualan komoditi.

Dalam kunjungannya, Sofyan bersama Sudaryano berdialog dan berdiskusi langsung dengan komunitas internet serta pemangku adat Desa Toro yang dipimpin oleh Rukmini, yang juga merupakan Pembina Komunitas Internet Toro.

Mereka mendapatkan masukan serta tanggapan terkait pelaksanaan program ini, dan berkesempatan untuk melihat secara langsung fasilitas internet yang telah dibangun serta hasil-hasil pelatihan yang telah diterapkan oleh komunitas internet Desa Toro.

Hendrik, Koordinator Komunitas Internet Desa Toro, menyampaikan bahwa dalam waktu dua bulan setelah pelatihan, mereka telah menyambung tiga akses poin menggunakan fiber optic dengan jarak terjauh dua kilometer di Dusun I.

Permintaan akses jaringan ada di enam dusun dalam Desa Toro, dan secara bertahap pemenuhan akses internet akan diupayakan oleh komunitas tersebut.

Di tempat yang sama, Sofyan Hanafi menyampaikan apresiasinya kepada komunitas internet desa yang begitu semangat dan antusias dalam memanfaatkan teknologi internet di Desa Toro untuk kemajuan desa melalui Program Smart Village.

Diharapkan hal ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Sulawesi Tengah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada komunitas internet dan warga masyarakat Desa Toro yang telah mengembangkan internet desa untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam melakukan pembelajaran dan kegiatan usaha dalam menggerakkan ekonomi desa,” ujar Sofyan.

Sudaryano R. Lamangkona mengatakan bahwa internet desa berbasis komunitas tidak hanya memberikan akses informasi yang lebih luas tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian desa.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah yang akan membangun dan mengembangkan program Smart Village di wilayah tersebut.

Lanjut Sudaryano, Gubernur Rusdy Mastura berharap internet desa tidak hanya sebagai saluran akses komunikasi dan informasi bagi masyarakat tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat desa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya di bidang pertanian, perkebunan, nelayan, perbengkelan, dan sektor lainnya.

Dalam dialog, Rukmini, Ntina Adat Desa Toro, menyampaikan bahwa saat ini pengurus adat sedang merevisi peraturan adat Desa Toro terkait dengan penggunaan dan pemanfaatan internet sebagai media komunikasi dan informasi yang baik, beretika, dan beradab sesuai dengan semangat nilai-nilai lokal yang ada di Desa Toro.

 “Dengan adanya internet di Desa Toro, kami segera melakukan penyesuaian aturan adat penggunaan internet untuk mencegah penggunaan internet ke arah yang negatif seperti judi online dan aplikasi negatif lainnya,” ujar Rukmini.

Di akhir pertemuan, Hendrik menyampaikan bahwa dengan adanya internet di Desa Toro, masyarakat desa telah memanfaatkan teknologi ini untuk menjual hasil pertanian melalui aplikasi WhatsApp dan Facebook dengan nama Kareba dari Toro.

Selain itu, sebagian besar masyarakat menggunakan internet untuk belajar tentang pertanian, perkebunan, dan perbengkelan.

“Voucher kami lekas habis karena warga gunakan untuk menonton video tentang pertanian, perkebunan, perbengkelan, dan video pengolahan bambu dari salah satu platform aplikasi,” ujar Hendrik.

Kunjungan ini juga dihadiri pejabat dari Kemendes RI, perwakilan dari Common Room, Roa Jaga Roa, dan tokoh masyarakat setempat.

Sofyan berharap keberhasilan Smart Village di Desa Toro ini mendapatkan perhatian dan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Sigi serta menjadi pemicu sinergi antara pemerintah dan masyarakat di era digitalisasi saat ini.***

Silakan komentar Anda Disini….