Tutup
Pilkada

Ahmad Ali Kesal Tojo Unauna Menjadi Kabupaten Termiskin di Sulawesi Tengah

×

Ahmad Ali Kesal Tojo Unauna Menjadi Kabupaten Termiskin di Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini
Calon Guibernur Sulteng Ahmad Ali dan Calon Bupati Tojo Unauna Sovianur Kure. (Foto: AMC)

 

AMPANA, Kabar Selebes – Pada kunjungan silaturahim di Tojo Unauna, Wakil Ketua Umum Nasdem Ahmad Ali, yang juga Calon Gubernur Sulawesi Tengah, menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan warga.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Ahmad Ali mengungkapkan penyesalannya karena pada masa kepemimpinannya sepuluh tahun lalu sebagai Bupati Tojo Unauna, daerah tersebut berubah menjadi kabupaten termiskin di Sulawesi Tengah.

“Mengingat sepuluh tahun yang lalu, saya membawa harapan tetapi daerah ini malah menjadi termiskin di Sulawesi Tengah,” ujar Ahmad Ali dalam pidatonya di Lapangan Kelurahan Dondo, Selasa (10/6/2024).

Ia mengakui kesalahannya dalam merekomendasikan memimpin dan berjanji untuk belajar dari pengalaman tersebut.

Dalam acara tersebut, Ali juga memperkenalkan Sovianur Kure, seorang mantan pegawai negeri sipil yang memutuskan mundur untuk ikut berkontribusi dalam memimpin daerah tersebut.

Baca Juga : Miris, Sulawesi Tengah Peringkat kedua Kemiskinan Ekstrim, Parigi Moutong jadi Daerah Termiskin

Ahmad Ali meyakini bahwa Ampana dapat bangkit dan memperbaiki kondisinya jika dipimpin oleh mereka yang memahami persoalan yang ada.

Konser Beramal Ahmad Ali Disambut Ribuan Warga

Sebelumnya, Ahmad Ali disambut antusias ribuan masyarakat di Ampana Kota, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Selasa 9 Juli 2024 malam.

Hadir dalam panggung rakyat bertajuk Konser Beramal (Bersama Ahmad Ali), Anggota DPR RI dua periode itu membelah kerumunan lautan massa saat hendak naik ke panggung. Di tengah kerumunan masyarakat, Ahmad Ali terus menerus diteriaki “gubernurku”.

Bukan cuma itu, masyarakat juga banyak yang minta berswafoto bersama bakal calon gubernur Sulteng tersebut.

Pada kesempatan itu, Ahmad Ali menyampaikan sejumlah persoalan dan program yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya soal disparitas antara pendapatan masyarakat yang rendah dan harga pokok yang tinggi.

Menurut dia, salah satu penyebab masalah itu adalah infrastruktur yang tidak mendukung sebagai penghubung antara daerah, khususnya di wilayah-wilayah pelosok.

 

Kemudian soal kualitas sumber daya manusia (SDM). Dia ingin SDM masyarakat Sulteng bisa lebih baik lagi lewat aksesibilitas pendidikan yg terjangkau dari tiga aspek, yakni terjangkau oleh jarak, terjangkau oleh biaya dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

“Kita harus meningkatkan kualitas pengajarannya, kualitas sumber daya gurunya, kualitas fasilitas dan infrastruktur pendukung yang memadai,” jelas Ahmad Ali.

 

Selain itu, suami Nilam Sari Lawira juga menyoroti soal akses pelayanan kesehatan yang seharusnya pro terhadap semua kalangan masyarakat, sehingga peran jaminan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah benar-benar dapat dirasakan.

 

Ahmad Ali juga bicara soal peluang dan kesempatan lapangan pekerjaan. Ia ingin pemerintah daerah Sulawesi Tengah ke depan dapat menangani angka pengangguran yang berdampak pada tingginya angka kriminalitas.

 

“Peran pemerintah dalam memberikan ruang ekspresi bagi anak muda, ruang terbuka, pemerintah harus turut aktif mendorong aktifitas olahraga, klub bola dan olahraga lainnya agar mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

 

Bahkan, Ahmad Ali yang bakal berpasangan dengan Abdul Karim Aljufri pada kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulteng punya cita-cita menghadirkan akademi sepak bola di daerah ini untuk mendukung talenta-talenta muda sepak bola.

 

“Di Sulawesi Tengah akan ada akademi sepak bolah dalam waktu dekat. Insyaallah dari Ampana akan lahir Witan baru dari Sulteng,” ungkap dia.

 

Jika dipercayakan memimpin Sulawesi Tengah sebagai gubernur, Ahmad Ali juga ingin memaksimalkan potensi pertanian dan hasil laut. Bagi dia, persoalan yang harus diselesaikan cukup kompleks, dari hulu sampai ke hilir.

 

“Ke depan tidak boleh lagi tengkulak yang memainkan harga pasar. Selain itu, pemerintah juga harus mengatasi sulitnya bagi masyarakat untuk mengakses bantuan pemerintah, termasuk soal pupuk.”

 

Yang terakhir dia bicara soal potensi pariwisata di Sulawesi Tengah yang seharusnya bisa mendunia.

 

Dia ingin pemerintah daerah mendatang dapat memanfaatkan teknologi digitalisasi untuk mempromosikan objek-objek wisata, yang juga dibarengi dengan upaya mengenalkan seni dan budaya daerah.

 

“Kami berkomitmen ingin menjadikan Sulawesi Tengah sebagai tujuan destinasi, baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” tandasnya.
(shl/abd/eml)

Silakan komentar Anda Disini….