Hasanuddin Atjo: Program Daerah-Pusat Harus Selaras

oleh -
Hasanuddin Atjo. (Foto Patar)

PALU, Kabar Selebes – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tengah memanggil para bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar ke PDIP untuk berkompetisi dalam pemilihan gubernur dan wagub pada 2020, guna didengarkan visi dan misi mereka bila nanti dipercaya rakyat memimpin daerah ini periode 2021-2026.

“Ini bagian dari seleksi partai di tingkat daerah, sebelum diajukan ke DPP PDIP untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan,” kata Soraya Sultan, SE.MSi, Wakil Ketua DPD PDIP Sulteng di sela pemaparan visi dan misi bakal calon gubernur atas nama Dr Ir H Hasanuddin Atjo, MP di Palu, Selasa petang.

Menurut Soraya, sebelum Hasanuddin Atjo yang juga Ketua Bappeda Sulteng hadir di Kantor PDIP menyampaikan visi-misinya, sudah lebih dahulu datang Mahmud Amir, Rusdy Mastura, Anwar Hafid dan Nurmawaty Dewi Bantilan, sedangkan Selasa malam akan hadir Moh. Hidayat yang saat ini menjabat Sekprov Sulteng.

Tim Penjaringan Calon Gubernur DPD PDIP Sulteng dalam penyampaian visi dan misi secara tertutup itu, kata Soraya, berusaha menggali konsep dan komitmen pada calon dalam membangun daerah bila nanti dipercaya rakyat memimpin daerah ini.

“Kita memang fokus mendalami konsep, pandangan dan program mereka sehubungan percepatan pembangunan pascabencana alam 28 September 2018,” katanya.

Hasil wawancara ini akan dikirim ke Jakarta bersama dokumen administratif para bakal calon disertai hasil survey mengenai integritas dan elektabilitas para kandidat. Survey tersebut dilakukan oleh para bakal calon dengan memanfaatkan jasa surveyor yang direkomendasikan oleh DPP PDIP yang berjumlah 14 lembaga survey.

“Penentuan terakhir siapa bakal calon yang akan diajukan PDIP sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada nanti akan dilakukan DPP PDIP,” ujar Soraya lagi.

Harus selaras dengan pusat

Ketua Bappeda Sulteng Hasanuddin Atjo kepada wartawan usai pemaparan visi dan misinya di depan tim DPD PDIP Sulteng mengatakan bahwa yang penting bagi pemimpin Sulteng ke depan adalah bagaimana membuat disain yang selaras dengan program pusat terkait Indonesia Hebat 2045, selaras pula dengan program Presiden/Wapres 2019-2024 menyangkut percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, pengaturan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

“Hal-hal ini harus menjadi landasan untuk membuat perubahan di Sulteng,” kata doktor perikanan penemu sistem budidaya udang supra intensif Indonesia tersebut.

Ia menjelaskan, apabila Indonesia Hebat tercapai pada 2045, maka saat itu pendapatan perkapita penduduk Idonesia adalah Rp327 juta.

“Kita berharap, Sulteng akan menjadi bagian dari Indonesia Hebat itu,” ujarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, kata mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Sulteng tersebut, filosofi kepemimpinan Sulteng harus berorientasi pada model ‘kereta kuda’ dimana provinsi ditarik oleh 13 kabupaten/kota.

“Kita (provinsi) yang merancang konsep, kita kasih sebagian uang kita (kepada kabupaten/kota) agar bisa berjalan bersama-sama, tidak boleh hanya provinsi yang maju. Karena itu Sulteng butuh pemimpin visioner yang mampu melihat dari balik bukit, pemimpin yang mamu menerobos batas dan multi dimensional. Kalau ini dicapai, apa yang jadi harapan akan terwujud,” ujarnya seperti dikutip dari Antaranews.com. (ant)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 28 times, 1 visits today)