Sulawesi Tengah

Gubernur Proyeksi RAPBD 2019 Sebesar Rp2,85 Triliun

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Asisten Administrasi Muliono menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Rancangan dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS ) APBD Tahun Anggaran 2019 pada rapat paripurna masa persidangan II DPRD Propinsi Sulteng.

Bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Propinsi Sulteng, Rabu, 25 Juli 2018.

Rapat Paripurna DPRD dipimpin oleh Wakil Ketua Alimudin Paada didampingi Wakil Ketua Muharram Nurdin

Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Administrasi Muliono membacakan Pidato Pengantar Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2019.

Sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang tatacara perencanaan. Pengendalian dan evaluasi rancangan peraturan daerah dan rancangan pembangunan jangka panjang daerah serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

BACA JUGA :  Rektor IAIN : Pemerintah¬† Perlu Terbitkan Perpu Anti-Terorisme

Sehingga untuk itu disusunlah Kebijakan Umum APBD dan PPAS untuk mensinkronkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang akan digunakan dasar penyusunan RAPBD.

Selanjutnya dalam pidato pengantar Gubernur menyampaikan asumsi asumsi dalam rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2019 adalah pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, pertumbuhan PDRB dan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Mengacu pada kondisi tersebut maka jumlah pendapatan daerah pada PPAS propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019 diproyeksikan sebesar Rp 2,85 triliun yang bersumber dari PAD sebesar Rp1,00 triliun dan Dana Perimbangan sebesar Rp 1.84 triliun dan lain-lain pendapat yang sah sebesar Rp2.18 triliun. Dan jumlah pendapatan tersebut direncanakan untuk membiayai Belanja Tidak langsung sebesar Rp 1,844 triliun dan Belanja Langsung sebesar Rp 995,6 miliar.

BACA JUGA :  Bhabinkamtibas Desa Ogotua Polres Tolitoli dan Warga Temukan Telur Burung Maleo di Pulau Terluar

Selanjutnya disampaikan bahwa berdasar permasalahan kemampuan pendanaan serta tantangan yang ada, maka kondisi makro Sulawesi Tengah Tahun 2019 dapat diproyeksikan sebagai berikut :

1. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019 diperkirakan mencapai 7 -7.5 persen.

2. PDRB perkapita Sulawesi Tengah Tahun 2019 diperkirakan mencapai 53-54 juta rupiah.

3. Laju inflasi pada tahun 2019 diharapkan dapat ditekan menjadi sebesar 4-5 Persen.

4. Pengangguran terbuka di propinsi Sulteng pada tahun 2019 ditargetkan turun menjadi 3.5 – 4.0 Persen.

5. Persentasi Penduduk miskin di Propinsi Sulteng pada tahun 2019 ditargetkan sebesar 12.7 – 13.2 Persen.

6. Indeks kedalaman Kemiskinan provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019 ditargetkan 2,6 – 2,7 Persen .

BACA JUGA :  Jalin Silaturahmi, Nilam Sari Sambangi Majelis Taklim Desa Saloya

7. Indeks keparahan kemiskinan provinsi sulawesi tengah tahun 2019 sebesar 0,72 – 0,75 Persen .

Selanjutnya Gubernur meminta DPRD untuk selanjutnya dapat membahas rancangan KUA dan PPAS APBD propinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2019. (***/ptr)

Rapat pengajuan RAPBD dan PPAS di DPRD Sulawesi Tengah, Rabu. (Foto Humas)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Festival Lore, Merajut Tradisi Melestarikan Alam

PALU,...

Wapres Jusuf Kalla Tiba di Poso

POSO,...

Jelang Pilkades Serentak di Tolitoli, Cakades Janja Adu Visi Misi

TOLITOLI,...

Close